Anggota DPRK Agara Hadiri Musrenbang Kecamatan

oleh

*Dihadiri Kadis kesehatan, Kadis Koperasi,UKM  dan Sekdis PMK

Kutacane (AGARANEWS.COM)  Musyawarah perencanaan pembangunan(Musrenbang) Kecamatan Lawe Sigala-gala, dilakukan pada hari Selasa(13/3) puku; 09.50 Wib. Anggota DPRK Agara, Gabe Tambunan, SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa dia sudak 8 kali mengikuti acara Musrenbang baik di tingkat kecamatan, kabupaten, Provinsi, dan nasional. Di Provinsi acara Musrenbang cukup baik, tidak mengambang. Dari 11 SKPK yang diundang, hanya 6 SKPK yang hadir. Gabe Tambunan, SE yang bersal dari Fraksi Golkar menyesalkan ketidakhadiran dari Dinas Perkim, Irigasi, Disperindag, dan Dinas Syariat Islam. Lebih lanjut, Dia mengutarakan bahwa Kepala-kepala desa kurang nyaman, karena adanya dampak dari Pilkada yang lalu.

Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gensi, SH menyatakan bahwa dia sudah 3 kali mengikuti Musrenbang. Pernyataan Bapak anggota DPRK ada benarnya, setiap ada usulan hanya diawang-awang, tidak sampai ke kabupaten. Ke depan mari kita kawal ,ujarnya.” Musrenbang adalah perintah Undang-undang no.25 Tahun 2004 tentang system perencanaan pembangunan nasional, diawali dari dusun-desa.Lebih lanjut, Imansyah Gensi, SH menyampaikan bahwa Musrenbang desa dilakukan selama 7 hari, di acara itu sudah kami tekankan kepada Kepala-kepala desa tentang Permendagri no.114 Tahun 2014, menggali potensi dan usulan warga. Semua SKPK maunya hadir, sehingga apa yang diusulkan tercover. Pendanaan dapat dilakukan dari APBDes, jika tidak bisa diusulkan ke kecamatan, baik bidang ekonomi, fisik, pembinaan, maupun keagamaan dapat diusulkan. Saya harap peserta sungguh-sungguh mengikutinya, matikan HP dan jangan merokok, ujarnya.”

Pernyataan Sekretaris Dinas pemberdayaan masyarakat dan Kute(PMK) Aceh Tenggara, Drs. Blora Sebayang menyampaikan, sesuai Tupoksi bahwa Dinas PMK bersifat koordinasi. Jadi sifatnya koordinasi dan partisipatif.Memang ada program Dinas PMK yang diprioritaskan, yaitu program Siskeudes, program pemberdayaan BUMk, program pemberdayaan di desa, Sesuai Permendagri 114 Tahun 2014,kalau dilaksanakan di lapangan sudah bagus.

Sedangkan Kadis kesehatan Aceh Tenggara, dr. zainuddin memaparkan, masalah kesehatan tolong kepala desa berperan aktif. Pemkab Agara memprioritaskan kesehatan . Masyarakat Agara berharap hidup sehat. Semua pegawai kesehatan harus bekerja 24 jam, dan nanti harus dibuktikan di lapangan, terutama Puskesmas-puskesmas.

Kepala dinas Koperasi dan UKM Aceh Tenggara,Drs. Hamidin mengutarakan, bahwa bidang tugas kami adalah Koperasi ,UKM, dan Transmigrasi. Khusus mengenai hal ini,tolong disampaikan kepada kami, ucapnya.”

Kabid pendidikan dasar Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara, Mulyadi, S.Pd menyatakan, bahwa pendidikan adalah tanggungjawab bersama, Pemerintah/Negara menyelenggarakan pendidikan yang dibantu oleh masyarakat, dan orangtua. Di Lawe Sigala-gala ada 40 Sekolah negeri, dan pemenuhan Guru-guru akan dilakukan secara berkala. Tanggungjawab masyarakat adalah kepedulian dalam pemeliharaan, ada temuan di lapangan, bahwa lapangan sekolah dijadikan tempat lapangan bola. Sekolah menjadi tempat pemakaian narkoba di beberapa tempat, dan tidak luput di kecamatan Lawe Sigala-gala.

Drs.Kamidin dari Dinas Lingkungan hidup menekankan tentang pembuatan Tong sampah,sampah air, dan Taman-taman. Perwakilan dari Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang(PUPR),Ir.Sapta yang sehari-hari menjabat Kabid jalan Dinas PUPR Aceh Tenggara menambahkan, bahwa selama ini dalam acara Musrenbang yang diusulkan biasanya pembangunan jalan(infrastruktur), padahal  ada program IPAL komunal 50 KK,MCK maksimal 50 KK, ini bersumber dari APBN. Dinas PUPR dapat membangun air bersih dan MCK dapat dibangun pada Lembaga pendidikan keagamaan yang siswanya 300 orang. Tahun 2019,Jalan kabupaten harus terkoneksi 68 %. Jalan  Lawe Loning-Kuta Tengah jangan lagi diusulkan,karena proyek ini akan dibangun tahun ini.

Dari Dinas Disperindag yang diwakili Seliansah, memaparkan, bahwa BUMk buat badan usaha pupuk, gas dapat difasilitasi kepada Distributor.Kalau warga yang berprofesi Pedagang ada steleng, Timbangan, dan Tenda, dengan rekomendasi kepala desa,tambahnya.” (P.Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *