Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Wilayah Kabupaten Agara Tahun 2018

oleh

*Dihadiri Kepala-kepala desa di 3 kecamatan

Kutacane (AGARANEWS)  Rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara(Agara) diadakan pada hari kamis(1/3) pukul 10.15 Wib. Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh di lokasi,hadir Camat Leuser, Ir.Bahagia, MM; Danramil 01/LS, Kapt.Jujur Lubis; Danposramil Leuser, Pelda. Hidayat; Danposramil Babul Makmur, Serma. SB.Sinurat; Kapolpos Leuser, Aiptu. Sahlan Desky; Danpos RPH Leuser, Kemala Batur; perwakilan Kantor Camat Babul Makmur.

Danramil 01/LS,Kapt.Jujur Lubis dalam sambutannya mengatakan, sekalipun Aceh sekarang musim hujan tetapi Kalimantan dan Sumatera bagian selatan musim kering. Kini prakiraan cuaca tidak menentu. Muspika saling membantu dan saling mendukung. Yang perlu kita bahas adalah kebakaran hutan dan lahan,walaupun di tempat kita tidak ada kebakaran hutan,tetapi pembakaran lahan ada seperti pembakaran sisa tanaman Jagung seusai panen,ujarnya.” Lebih lanjut,Kapt.Jujur Lubis yang baru pindah dari Pasi pers Kodim 0108/Agara, mengatakan bahwa pembakaran dilakukan pada jam 10.00-16.00 Wib. Kalau ternyata pembakaran tidak selesai pada jam tersebut,silahkan dilanjutkan keesokan harinya.

Camat Leuser,Ir.Bahagia, MM dalam pernyataannya mengucapkan,sebenarnya masalah Karhutla sudah dibahas di Muspida plus.Karena program ini dari pusat,kegiatan ini harus sinkron dari kabupaten.Kegiatan ini amat sangat penting,karena pemerintah pusat telah memasang satelit pendeteksi panas bumi. Masalah ini adalah masalah bersama,dan solusinya pun harus dilaksanakan secara bersama-sama. Bahwa didalam kebakaran hutan ada pasal-pasal tentang tindak pidana kebakaran hutan.Tentang teknisnya nanti akan disampaikan oleh Kapolpos dan Dinas kehutanan, ucapnya.”

Dalam kesempatan itu, Danpos RPH Leuser,Kemala Batur menambahkan seandainya kita membakar lahan,tolong dijaga supaya apinya tidak menjalar ke tetangga. Kami Polhut bisa koordinasi dengan Kepala-kepala desa,dan Kepala desa akan menghimbau warganya.

Sedangkan Kapolpos Leuser, Aiptu.Sahlan Desky memaparkan,bahwa kebakaran lahan di Leuser sudah hal biasa. Perambahan Hutan ada di kecamatan Lawe Sigala-gala dan kecamatan Babul Makmur.Contohnya di desa Lawe loning ada perambahan hutan,saya berani mengatakannya. Imbas perambahan hutan itu adalah bahwa sungai  yang ada di Lawe Pakam-Kampung Karo-Simpang Semadam-Kuning berkurang airnya.Nanti akan berpengaruh ke generasi penerus. Koordinasilah Bapak-bapak kepada Muspika. Selanjutnya, Aiptu Sahlan Desky menambahkan bahwa ancaman pembakaran/perambahan hutan ialah 20 tahun.Monitor wartawan media ini dilapangan, hadir Kepala-kepala desa Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Leuser,dan kepala desa Babul Makmur.(P.Lubis) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *