PN Kutacane Eksekusi Rumah di Kecamatan Babul Makmur

oleh

 

*Eksekusi  Rumah pernah tertunda

*Tanggapan warga bahwa Rumah yang dieksekusi adalah bekas Parit

Kutacane (Agaranews) – Pengadilan Neger(PN) Kutacane yang dibantu oleh Polres Aceh Tenggara dan Polsek Babul Makmur mengeksekusi paksa Rumah yang ada di Desa Lawe Desky Sabas Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara(Agara) pada hari Selasa(27/3) Pukul 10.30 Wib. Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh di Lokasi, Panitera/Juru sita PN Kutacane, Jemali,SH membacakan putusan PN Kutacane no.18/pdt.G/2012 PN Ktn tanggal 28 November 2013 jo putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh no.63/Pdt/2014/PT.BNA tanggal 12 Agustus 2014 jo putusan Mahkamah Agung RI no.1112 K/Pdt/2015 tanggal 17 Desember 2015.

Eksekusi Rumah terjadi karena perseteruan Bonggara Tambunan(Penggugat),dan Barita Tambunan(Tergugat) yang masih bersaudara, atas klaim  kepemilikan Rumah dan beberapa persil Kebun di Pengadilan, dan dimenangkan oleh penggugat di tingkat Mahkamah Agung RI. Ketika Tim eksekutor sampai di objek eksekusi  dan membacakan putusan, Barita Tambunan sebagai tergugat memohon kepada Jurusita  PN Kutacane dan petugas untuk menunda eksekusi berhubung masih ada ahli waris yang tidak hadir(Kakak tergugat-red),dan laporan kami masih ada di Polisi. Mendengar hal itu,Jurusita PN Kutacane meminta hanya 10 menit sambil mengatakan bahwa Tergugat harus mengosongkan Rumah dan mengeluarkan Barang-barangnya, masalah ada laporan kepada Polisi adalah kewenangan Polisi,ujarnya.”

Monitor Wartawan media ini di lapangan, sudah ada garis Polisi(Police line) dan Spanduk berupa pemberitahuan di lengketkan di dinding, bahwa Tanah dan Bangunan telah dieksekusi oleh PN Kutacane. Amatan Awak media ini, hadir Kabag Ops Polres Aceh Tenggara, Kompol Alwin; Iptu. Suwandi Desky; Kapolsek Babul Makmur, Ipda.Herianto Arnar; unsur  Polisi Militer, Sertu(PM) Siregar; anggota Posramil Babul Makmur; dan Kepala desa Lawe Desky Sabas, Lolen Simamora. Perlu diketahui publik,bahwa Rumah yang dieksekusi adalah Tanah bekas Parit(Saluran air),yang diberikan desa kepada orangtua yang berseteru, tambah warga.” (P.Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *