Jangan Panik,..!!! Dewan Buruh Pelabuhan Minta Masyarakat Waspadai Provokasi Anti-Pemerintah

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:03 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, AgaraNews.com // Everything Under Control atau Semua terkendali oleh Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan harga minyak dunia Hingga US$ 110 dollar Amerika dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Kami Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menghimbau pada seluruh rakyat Indonesia khususnya seluruh Buruh di Pelabuhan Indonesia menyerukan jangan panik dan terprovokasi akan isu – isu menyesatkan yang dibangun oleh kelompok – kelompok yang tidak menginginkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak pada mayoritas rakyat Indonesia pada kelas menengah dan kecil. Kata Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Muhamad Riyadh kepada wartawan pada Senin, (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Muhamad Riyadh banyak kelompok – kelompok yang mencoba menggagalkan transformasi menuju swasembada pangan dan energi Indonesia, serta membangun generasi masa depan Indonesia dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, ada kelompok – kelompok Koruptor yang ingin melakukan Perlawanan balik dan membuat kekacauan di masyarakat disaat Presiden Prabowo Subianto sedang bekerja dan mengendalikan dampak situasi Global akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang menyebabkan naiknya harga Minyak Dunia hingga menyentuh US$ 113 dollar Per Barrel dan Nilai kurs rupiah yang melewati Rp 17 ribu Per dollarnya.Menurut Kami bahwa keadaan ini semua dalam kontrol Presiden Prabowo Subianto dengan pengambilan kebijakan – kebijakan yang hati-hati dan disiplin, serta mendahulukan kepentingan rakyat kecil.

“Perlu Kami jelaskan, Bahwa turunnya nilai kurs rupiah terhadap dollar merupakan fenomena biasa dalam pasar keuangan dunia yang berimbas pada Ekonomi Indonesia, disaat adanya konflik di Timur Tengah atau guncangan politik global,” tegas Muhamad Riyadh.

“Sebab konflik tersebut memicu skenario “Penghindaran risiko”, yang menyebabkan investor meninggalkan aset yang lebih berisiko dan bergegas mencari keamanan di mata uang dollar yang menyebabkan peningkatan nilai kurs Dollar karena tingginya permintaan Dollar di pasar keuangan,” paparnya.

Kemudian, Dengan harga minyak mentah Brent yang melebihi US$100 Per barel, Dan terkadang mencapai US$ 120 Per Barel, Dollar telah menguat, karena harga energi yang lebih tinggi seringkali meningkatkan nilai mata uang US$ dollar.

“Terlepas dari tren umum yang menunjukkan kenaikan, Beberapa Kami mencatat Bahwa status dollar sebagai “Aset Aman” patut dipertanyakan baru-baru ini, yang berpotensi menyebabkan penurunan sementara dari nilai kurs mata uang US$ dollar,” terang Muhamad Riyadh.

Ia juga menjelaskan Bahwa kenaikan nilai kurs US$ Dollar justru akan menguntungkan Produk -produk ekspor Indonesia dan membuat kita lebih mengunakan produk dalam negeri dibandingkan Produk – produk impor.

“Terkait Aksi – aksi Penolakan program MBG oleh kelompok – kelompok masyarakat tertentu juga patut dicurigai sebagai kelompok yang tidak menginginkan generasi masa depan Indonesia menjadi generasi yang cerdas,” ungkapnya.

“Selain itu diduga kelompok – kelompok Anti MBG merupakan kelompok yang tidak menginginkan tumbuhnya kesejahteraan di Masyarakat Pedesaan dan pinggiran Kota yang telah banyak menerima dampak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat,” tambahnya.

“Terkait Perjanjian dagang Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat merupakan perjanjian yang justru bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan Industri di Indonesia dan pembelian Minyak dan LNG dari Amerika Serikat menjadi alternatif akibat tertutup jalur perdagangan Minyak dan LNG yang selama ini dibeli dari kawasan konflik Timur Tengah,” ujar Muhamad Riyadh.

“Kami Serukan pada Seluruh Pekerja dan Buruh di Pelabuhan Indonesia jangan terprovokasi dan terus bekerja membangun Indonesia di bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto,” Pungkas Muhamad Riyadh.(Lia Hambali)

Jurnalis : Irma

Berita Terkait

Pemkab Karo Hadiri Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193, Tekankan Sinergi dan Kerja Sama 
Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh
PS Kodim 0212/Tapsel Melaju Ke Babak 8 Besar Pada Turnamen Sepakbola Lapas Cup
Kepemimpinan Awal yang Tegas : Pangdam Pattimura Mayjen Dody Redam Konflik dengan Pendekatan Humanis
Mayat Ditemukan Di Parit Pembuangan, Polsek Gunung Malela Sigap Tangani Kejadian
Pangdam I/BB Kunjungi Satuan Jasdam I/BB dan Topdam I/BB, Pastikan Kesiapan operasional Satuan
Santai Tapi Serius, Babinsa Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem Saat Ngopi Bareng Warga
Kompak di Lapangan, Babinsa dan Kades Awasi Pembangunan Sambil Makan Bersama

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 01:41 WIB

Pemkab Karo Hadiri Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193, Tekankan Sinergi dan Kerja Sama 

Minggu, 19 April 2026 - 01:36 WIB

Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh

Minggu, 19 April 2026 - 01:27 WIB

PS Kodim 0212/Tapsel Melaju Ke Babak 8 Besar Pada Turnamen Sepakbola Lapas Cup

Minggu, 19 April 2026 - 01:21 WIB

Kepemimpinan Awal yang Tegas : Pangdam Pattimura Mayjen Dody Redam Konflik dengan Pendekatan Humanis

Minggu, 19 April 2026 - 01:19 WIB

Mayat Ditemukan Di Parit Pembuangan, Polsek Gunung Malela Sigap Tangani Kejadian

Minggu, 19 April 2026 - 01:14 WIB

Santai Tapi Serius, Babinsa Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem Saat Ngopi Bareng Warga

Minggu, 19 April 2026 - 01:12 WIB

Kompak di Lapangan, Babinsa dan Kades Awasi Pembangunan Sambil Makan Bersama

Minggu, 19 April 2026 - 01:10 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Masuk Kampung, Pastikan Warga Tak Abai Hadapi Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru