Balada Sebuah Rompi, Agar Malu Bila Korupsi

admin

- Redaksi

Minggu, 12 Januari 2020 - 01:07 WIB

40835 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di negeri ini, koruptor masih bisa bergaya trendi. Difoto, justru menebar senyum sana-sini. Perlu sebuah upaya, agar mereka menyadari. Korupsi itu perilaku busuk, bukan sebuah prestasi. Stigma itu, dimulai dari rompi.

Jaket putih berlogo KPK itu dipadukan dengan ikat pinggang besar berwarna hitam. Pada bagian bawah, ia mengenakan rok berwarna hitam-putih bermotif batik lengkap dengan sepatu hak tinggi yang berwarna hitam mengilap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penampilan Miranda Goeltom, terdakwa kasus suap cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS) BI, menarik perhatian media kala itu. Meskipun jaket itu dibordir dengan tulisan “Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi”, ia malah tetap terlihat modis. Padahal kebijakan agar tahanan KPK mengenakan jaket itu bertujuan agar mereka memiliki ciri khusus dan memberikan efek malu atas perbuatannya.

Menurut Ketua KPK saat itu, Abraham Samad, sejak dirilis pada 13 Juli 2012, jaket putih itu justru mendapat banyak kritik dari berbagai pihak yang meminta warna jaket itu diubah, mulai dari politisi hingga pelajar sekolah dasar.

“Warna putih dianggap tidak menimbulkan efek jera dan tidak membuat malu sama sekali. Banyak surat masuk ke KPK minta warna tersebut diganti.”

Baca Juga :  Polsek Singingi Mereview Tindak Kejahatan Kriminalitas Tahun 2020

Lima tahun sebelum KPK menggunakan jaket putih, Koalisi Masyarakat Sipil pernah mengusulkan beberapa contoh pakaian tahanan KPK pada 12 Agustus 2008. Saat itu, para aktivis antikorupsi itu melakukan ‘peragaan busana’ dari area parkir Gedung KPK menuju ruang konferensi pers. Ketiga model mengenakan pakaian terusan berlengan dan bercelana panjang lengkap dengan rantai hitam dan pemberat yang melingkar di kakinya. Persis seperti narapidana di buku cerita.

Satu aktivis menggunakan baju berwarna oranye. Baju itu ia ‘sulap’ dari baju petugas kebersihan. Aktivis lain menggunakan baju berwarna merah, yang dimodifikasi dari seragam seorang montir. Aktivis terakhir, menggunakan baju praktik siswa SMK berwarna hitam sebagai baju tahanan. Pada bagian belakang ketiga baju tersebut, tertulis “Tahanan KPK”.

Setelah fenomena jaket modis tahanan KPK mencuat, KPK memikirkan ulang untuk mendesain lagi baju tahanan KPK pada pertengahan 2013. Pimpinan KPK menugaskan Kepala Bagian Rumah Tangga, Harry Hidayati untuk membuat desain rompi tahanan baru, berbekal rekomendasi dari Koalisi Masyarakat Sipil.

Harry lantas mendesain beberapa baju dengan berbagai pilihan warna seperti hijau, loreng-loreng, dan oranye. Akhirnya, Pimpinan KPK memilih warna oranye sebagai warna baru bagi seragam tahanan KPK.

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Tanjung Balai Sosialisasikan Penggunaan Masker Dengan Menempelkan Stiker "AYO PAKAI MASKER"

“Kami memilih warna oranye agar ketahuan, mereka adalah tahanan KPK. Kalau kabur, warna oranye ini mudah dikenali dan terang,” ujar Pimpinan KPK saat itu, Bambang Widjojanto.

Kemudian, rompi oranye itu diberi aksen satu garis hitam. Belakangan, muncul sebuah pendapat bahwa rompi tersebut harus memiliki tiga garis hitam, dan keputusan itu pun disetujui.

“Waktu itu kita sepakat kalau garis hitam di rompi tahanan harus tiga, untuk menandakan bahwa korupsi itu benar-benar kejahatan luar biasa,” kata Bambang.

Setelah disetujui, Harry pergi ke pasar Tanah Abang untuk membeli bahan baju. Ia mengeksekusi sendiri, membuat pola rompi, dan menjahitnya.

‘Seragam baru’ koruptor itu kemudian dirilis pada 24 Mei 2013 saat kegiatan lokakarya media di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah dirilis, penggunaan rompi itu langsung diterapkan. Tersangka kasus korupsi impor daging Luthfi Hasan Ishaaq saat itu, menjadi orang pertama yang mengenakan rompi oranye tersebut saat diperiksa pada 28 Mei 2013 di Gedung KPK.

(Humas KPK)

 

Berita Terkait

400 Pelajar Agara Ikut Seleksi Atlet Popda 2024
Bentuk Peduli Sesama, Satgas Yonif 623 Berikan Bantuan Sembako
Polsek Kutabuluh Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas di Pagi Hari, Untuk Mewujudkan Kamseltibcarlantas
Saat Sambang, Bhabinkamtibmas Polsek Tigabinanga Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Harkamtibmas Pasca Pemilu 2024
Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Tanah Karo Fasilitasi Tahanan Untuk Melaksanakan Binrohtal
Optimalkan Patroli Siang Hari, Polsek Tigapanah Sambangi Tempat Publik Objek Vital
Wujudkan Harkamtibmas Pasca Pemilu 2024, Polsekta Berastagi Optimalkan Patroli Malam di Wilayah Berastagi
Bupati Karo Terima Kunjungan Silaturahmi Konsulat Jendral Republik Singapura dan Dosen Politeknik Republik Singapura

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 22:20 WIB

Polsek Kotarih Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Puasa

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:02 WIB

Sinergitas Polsek Kotarih dan Koramil Sukses Amankan Pemilu, Kawal Pengembalian Logistik sebagai Tugas Pamungkas

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:16 WIB

Kepedulian Kapolres Sergai, Pastikan Ibu Irma Mendapatkan Penanganan Medis

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:17 WIB

Terdampak Banjir, Kapolres Sergai Melalui Kapolsek Dolok Masihul Berikan Tali Asih Kepada Warga

Minggu, 18 Februari 2024 - 19:21 WIB

Pastikan Kesehatan, Polsek Kotarih Gelar Pemeriksaan Kesehatan Petugas PPK Jelang Rapat Pleno

Jumat, 16 Februari 2024 - 07:27 WIB

Masyarakat Apresiasi Polsek Kotarih Amankan Rangkaian Pemilu Berlangsung Damai

Kamis, 15 Februari 2024 - 20:18 WIB

Toga, Tomas, Dan Tomu Apresiasi & Ucapkan Terima Kasih Pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 Di Sergai Berjalan Aman, Tertib Dan Lancar

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:51 WIB

Maruli Siahaan Caleg DPR RI Fraksi Golkar Dapil Sumut 1 Hadiri Diskusi dan Sosialisasi Bersama Perwakilan Dari 7 Desa di Kabupaten Serdang Bedagai

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

400 Pelajar Agara Ikut Seleksi Atlet Popda 2024

Rabu, 28 Feb 2024 - 18:17 WIB