oleh

“Bansos,BPNT,PKH”Yang miskin banyak terlewatkan yang dekat banyak mendapatkan,.

Jateng|AGARANEWS.COM.Bansos ataupun BPNT adalah salah satu program yang di glontorkan pemerintah untuk masyarakat MISKIN .bantuan tersebut diharapkan bisa tersalur ke yang benar benar membutuhkan .

Program tersebut tentulah bisa menguntungkan sejumlah pihak mulai suplier, penyalur dan penerima manfaat tentunya.

Bedah redaksi jateng kali ini mengkaji tentang manfaat dan segi negatif dari program ini. Menurut warga penerima yang benar benar miskin tentulah membantu kebutuhan mereka dengan adanya supllay sembako maupun uang . Karna bisa sedikit meringankan beban dalam keluarga.
Tapi di lain pihak yang membuat team redaksi jateng tertarik yaitu dimana banyak penerima Bansos adalah warga yang mampu atau ekonomi menengah .itulah yang membuat kami harus menelusuri lebih lanjut selain faktor pendataan yang mungkin dilakukan oknum oknum yang memasukka saudara,teman dalam penerimaan juga kecurigaan kami adalah apakah adanya permainan juga dari yang membidangi hal ini.karna banyaknya laporan masuk ke pendamping maupun dinas sosial .pasti hanya di terima dan untuk penindakan laporan tersebut hanya 30% saja dari laporan yang masuk .
Ini Lo yang sangat di sayangkan masyarakat Indonesia penyelewengan bansos sampai saat ini belum ada penindakan dan hanya sebatas wacana dan yang sangat di sayangkan sekali masih banyak praktek praktek oknum oknum pendamping yang mengawasi bansos untuk menyimpang .

Terlebih lagi banyak rumah Warga di tempel tulisan bpnt /PKH tapi tidak dapat dan ada yang hanya menerima salah satunya jelas ini menimbulkan pertanyaan besar bagi team redaksi jateng maupun warga masyarakat. Disudut lain ada pula orang orang jompo maupun miskin yang tidak tercover bansos padahal bansos adalah hak orang miskin tapi malah banyak yang menerima adalah orang mampu karna diduga orang orang tersebut masih ada hubungan dengan oknum oknum.

Pada pencairan kemaren kita lihat banyak yang menerima bnpnt yang melimpah satu penerima ada yang menerima 3 karung beras sampai ada yang empat hingga lebih disertai melipat ganda juga penerimaan lauk pauknya.

Disisi lain banyak masyarakat yang tidak menerima dan hanya melihat dan mendengar .mereka hanya berkeluh kesah… Apakah ini yang dinamakan keadilan dan kesejahteraan.

Apakah adil bagi yang menerima saja sedangkan masyarakat yang benar benar butuh hanya sebagai penonton

Kami segenap masyarakat Indonesia sudah jenuh dengan semua permainan ini seperti kamuplase saja.

Bahkan bansos DD/ BLT yang lain pun banyak yang di salah gunakan .banyak oknum oknum perangkat / pemeri tahan desa yang menerima atau mendapatkan bantuan tersebut padahal sudah mampu.

Nah para pengemban amanat rakyat dan para pemangku kebijakan sudah saatnya menata ulang dan menindak tegas penyelewengan ini jangan biarkan bansos salah sasaran ini terus berlanjut.mau jadi apa negara ini bila terus di biarkan beroprasi kebijakan yang salah sasaran ini.semoga pemerintah segera mendata ulang yang benar benar valid .biar bansos tersalurkan sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu hanya untuk masyarakat miskin bukan untuk golongan.salam redaksi jateng

Red: team media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Betul sekaki atas pemberitaan ini,sungguh menyakitkan bila kita terjun langsung melihat masyarakat yg dapat bantuan dan yang tidak dapat bantuan. Apakan ajan tetus begini,banyak masyarakat yg menangis gara gara bantuan yg kurang adil.

News Feed