Dandim 0418/Plg Menjadi Salah Satu Narasumber Talk Show Peran Multi Pihak Dalam Pengelolaan Banjir

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:50 WIB

4055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang, AgaraNews. Com // Dandim 0418/Plg Kolonel Czi Arief Hidayat.M.Han menjadi salah satu Narasumber Talk Show Peran Multi Pihak Dalam Pengelolaan Banjir dalam rangka hari air dunia “Water for share Prosperity atau air untuk kesejahteraan bersama di gelar di Ruang Parameswaraantor Pemerintah Kota Palembang,Jumat (23/2/2024)

Dalam penyampaian dalam Talkshow tersebut Dandim 0418/Palembang Kolonel Czi Arief Hidayat,M.Han memberikan pandangan dari sudut pandang nya selaku mitra yang saat ini sangat dekat dengan Dinas PUPR Kota Palembang . Selanjutnya ,Sesuai dengan UU TNI no 34 tahun 2004 bahwa TNI memiliki tugas pokok yang pertama operasi militer,kedua operasi militer selain perang yang diantaranya membantu di pemerintahan daerah dalam pembangunan,dan melakukan penanggulangan bencana alam,”ujarnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka semenjak beberapa tahun kebelakang TNI berkerjasama pemerintah daerah dalam hal ini dinas PUPR Kota Palembang didalam menjaga lingkungan didalam membersihkan lingkungan air ,sungai dan sebagainya juga membantu sosialisasi terhadap masyarakat Kota Palembang terkait pentingnya kita menjaga alam ,”ucapnya. Selanjutnya,Tadi sudah di jelaskan secara lengkap oleh Prof Dr.ir H.Anis Saggaf ,dan DR.Fx ,Suryadi dalam permasalahan banjir di Kota Palembang. Bahwa apa yang telah di lakukan selama ini sudah luar biasa kita telah bahu-membahu didalam membersihkan aliran sungai dan gotong royong tetapi yang kita laksanakan itu masih tahap solusi jangka pendek .

Apabila ada hujan kita aksi tetapi itu tidak menyelesaikan permasalah yang sebenarnya, kami ada beberapa pandangan terkait permasalahan yang ada di kota Palembang terkait masalah lingkungan air ,”kata Kolonel Czi Arief Hidayat

Kenapa terjadi banjir yang sangat luar biasa Yang pertama masalah alih fungsi lahan karena sudah banyak milik air yang dilatih fungsikan menjadi bangunan ,ruko dan lain-lain sehingga air kesulitan berjalan tetapi air akan mencari jalannya sendiri sehingga tidak bisa kontrol ,Kedua kondisi geografis kota Palembang ,ucapnya. Kota Palembang ini merupakan daerah penyangga dari daerah-daerah lainya seperti Banyuasin ,Ogan Ilir , Prabumulih,Pali , Muratara dan sebaginya Palembang berada di paling bawah secara teori air itu akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang paling rendah ,dengan kondisi seperti ini kita ketahui bersama sekarang ini pertambangan sudah sangat luar biasa ,Mobil batubara itu lalu lalang baik di darat maupun di air tapi udara saja yang belum, “Jelas Dandim

Baca Juga :  Lurah TB.I Mediasi Warga Lingkungan V Yang Keberatan Atas Tindakan Go A Dju Alias Abo Yang Meresahkan Masyarakat

“Semua daerah yang menjadi penyangga kota Palembang sekarang berubah alih fungsinya dari hutan menjadi daerah pertambangan contoh Lahat yang berada di ketinggian bagaimana Lahat itu bisa banjir dan lebih parah dari Palembang ,tadi say diskusi bersama Dr.Fx Sayudi karena di sana langsung hutan kerena tidak ada lagi penahan air sehingga terjadi banjir besar ,”ucapnya

Mungkin Palembang tidak berada dalam level itu tetapi air dari semua kabupaten kota yang kita sangga akan turun ke Kota Palembang ,mungkin kita tidak tahu apa dalam waktu dekat atau panjang akan berdampak luar biasa terjadi di Kota Palembang,,”katanya

Dari apa yang terjadi tersebut kita ambil contoh satu simpang Polda daerah cekungan kota ini salah satu contoh daerah cekungan yang ada di Kota Palembang ,hujan satu jam dengan intensitas sedang sampai dengan tinggi banjir dan kolam retensi yang ada disampingnya tidak cukup untuk mengatasi hal tersebut antara titik nol jalan dan titik nol air sudah sama sepanjang sungai Musi kita lihat pun sama ya mungkin beberapa tahun lalu posisinya air kalaupun tinggi tidak akan sampai ke daratan .”

“Sekarang apa yang kita lihat daerah sungai Musi dalamnya sudah menjadi penangkalan dan bagaimana solusinya kalau solusi yang digunakan sekarang bisa cuma hanya untuk sesaat saja tapi masyarakat belum senang dengan hal itu sudah hebat kawan-kawan 24 jam bekerja dengan begitu ada banjir gampang sekali di medsos menyalakan itu karakter masyarakat kita paling mudah menyalahkan tapi menyadari jauh ,”ujar Dandim

“Maka dari itu perlunya adanya kebijakan pembagian tugas anggota jelas sehingga tidak ada mis oh ini menjadi tanggung jawab siapa secara aturan di lapangan justru ruang-ruang antara tupoksi dari masing-masing masih ada celah dengan kondisi yang ada ini kami menyarankan dua hal yang pertama perlu ada satu tim kajian ini

Baca Juga :  Polsek Firdaus Monitor Giat Vaksinasi.

“Bukan saja kajian akademis jadi didalam tim ini ada melibatkan akademisi yang berbicara dengan teknis keilmuan terkait dengan masalah lingkungan dan secara teori bagaimana ,”katanya

“Dan kedua keterlibatan dari Dinas-dinas terkait sebagai pemegang anggaran terkait dengan bagaimana dalam satu tahun anggaran tersebut solusi masalah air ini dapat terselesaikan dengan ada anggaran yang di pertanggung jawabkan. Ketiga masyarakat khususnya kelompok peduli lingkungan pun harus di libatkan .

Harapannya dengan keterlibatan dengan semua pihak tim teknis kajian ini hasil dari kajian tersebut dpt benar-benar dapat di aplikasikan di lapangan .

“Sehingga berikutnya perlu di diskusikan pada level kebijakan pada level Undang-undang bagaimana urgensi terkait masalah banjir di kota Palembang ini sudah benar-benar berada pada titik kritis lintas kementerian , Lingkungan hidup, minerba , perhubungan, dalam negeri dan sebagainya

Artinya begitu kajian jadi bisa ada aturan yang bisa diturunkan kebawah dan itu menjadi pegangan bagi kita semua didalam kedepannya untuk menjamin, “Masalah banjir ini benar-benar dapat menjadi solusi dalam jangka pendek,menengah maupun jangka panjang bagi Kota Palembang .,”ujarnya

Terakhir Dandim berpesan alam itu memiliki mekanisme dan mekanisme itu tidak membutuhkan manusia kita cuma merusak ,tuhan itu telah membikin alam itu sangat sempurna kali kita mengikuti sesuai dengan kaidah alam yang di bikin oleh tuhan InsyaAllah kita akan baik-baik saja tapi masalahnya manusia bertambah terus jaman berubah dengan kondisi itu jika kesadaran tidak bisa di bangun mungkin alam kan mengambil dengan caranya sendiri kita ambil contoh kejadian -kejadian selama ini di beberapa wilayah di Indonesia kir berharap kejadian ini tidak terjadi di Palembang .,”pesannya

Maka ayo kita jaga alam jangan sampai alam murka kepada kita jangan sampai Allah marah dan murka sehingga menurunkan bala sama kita mari kita sadar sama-sama untuk menjaga alam .”tutupnya Dandim. ( Lia Hambali)

Berita Terkait

Pos Napan Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Berikan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat
Sigap,..!!! Anggota Pos Pelayanan Ops Ketupat Polres Tanah Karo Berikan Pertolongan Pertama Laka Lantas
Polres Tanah Karo Lakukan Pengamanan Saat Presiden RI, Jokowi Berkunjung Ke Pasar Buah Berastagi
Satgas Yonif 509 Kostrad Gerak Cepat Bantu Truck Masyarakat Yang Ambles
Pasca Lebaran, Polres Tebingtinggi Tingkatkan Pengamanan Jalur Lintas
Polsek Padang Hilir Laksanakan Patroli Dialogis, Cegah Kriminalitas Dan Cek SPBU
Pasca Penyusupan Petinggi OPM Sebby Sambom dan Dua WNA ke Oksibil, Munculkan 2 Insiden Berdarah di Papua
Percepat Pembangunan Rumah Ibadah, Satgas Yonif 125/SMB Karya Bhakti Pembangunan Gereja

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 14:27 WIB

Pos Napan Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Berikan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat

Minggu, 14 April 2024 - 14:21 WIB

Sigap,..!!! Anggota Pos Pelayanan Ops Ketupat Polres Tanah Karo Berikan Pertolongan Pertama Laka Lantas

Minggu, 14 April 2024 - 12:28 WIB

Polres Tanah Karo Lakukan Pengamanan Saat Presiden RI, Jokowi Berkunjung Ke Pasar Buah Berastagi

Minggu, 14 April 2024 - 12:09 WIB

Satgas Yonif 509 Kostrad Gerak Cepat Bantu Truck Masyarakat Yang Ambles

Minggu, 14 April 2024 - 12:05 WIB

Pasca Lebaran, Polres Tebingtinggi Tingkatkan Pengamanan Jalur Lintas

Sabtu, 13 April 2024 - 22:34 WIB

Pasca Penyusupan Petinggi OPM Sebby Sambom dan Dua WNA ke Oksibil, Munculkan 2 Insiden Berdarah di Papua

Sabtu, 13 April 2024 - 21:29 WIB

Percepat Pembangunan Rumah Ibadah, Satgas Yonif 125/SMB Karya Bhakti Pembangunan Gereja

Sabtu, 13 April 2024 - 21:10 WIB

Perkuat Toleransi Beragama, Satgas Yonif 310/KK Bantu Pembangunan Gereja

Berita Terbaru