oleh

Dayah Darul Fikri Serambi Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

Kutacane | Agaranews.com Pimpinan Dayah Darul Fikri Serambi Aceh Abuya M.Yusuf dalam sambutanya, mengatakan, kegiatan Maulid Nabi ini merupakan agenda rutin setiap tahun di Dayah Darul Fikri Serambi Aceh sekaligus memperingati hari jadi Dayah Darul Fikri Serambi Aceh, semoga dengan kegiatan ini dapat memaknai hari kelahiran Rasulullah SAW sebagai lampu penerang bagi umat islam di muka bumi, Ujar Abuya M.Yusuf

Abuya juga berterima kasih kepada Masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara ini hingga acara ini sukses terlaksanakan,”Ucapnya

Sebagai penceramah Tgk. Abdul Rahmah, Pimpinan Dayah Serambi Gayo Kabupaten Gayo lues pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, di Dayah Darul Fikri Serambi Aceh, Desa Sebudi Jaya Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara, (30/12/2021)

Tgk.Abd Rahman, dalam ceramahnya mengatakan terdapat beberapa alasan kenapa, kita umat Islam merayakan maulid Nabi Muhammad SAW,”papar beliau

“Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan untuk mengenang kelahiran serta kecintaan kita kepada Nabi penutup dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi untuk menegakkan agama Islam,kita dapat meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam hal kesabaran, keteguhan hati, dan terutama perjuangannya di jalan Allah SWT,”kata Pimpinan Dayah Serambi Gayo

“Hikmah lain yang dapat diambil yaitu meneguhkan rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada utusan Allah SWT harus melampaui kecintaan kita kepada segalanya. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW, Maulid Nabi menjadi salah satu pengingat kita untuk selalu memegang teguh prinsip tersebut”Ujar Beliau dalam ceramahnya

Selain membahas tentang maulid,Tgk.Abdul Rahman juga membahas tentang Nafsu,Tgk Abdul Rahman mengatakan dalam pidatonya “Al-hayawaniyah, nafs ini merupakan nafsu hewani yang ada dalam jiwa
manusia, Nafs ini hanya mengajak manusia untuk berbuat sebagaimana
layaknya binatang pada umumnya, sebagaimana kita tahu bahwa binatang
tidak pernah berfikir untuk beribadah, binatang tidak perah berfikir untuk berbuat baik, melainkan ia hanya berfikir untuk makan, memenuhi nafsu birahi/seksual dan kesenangan yang bersifat materi semata,oleh karnanya
jika manusia hanya berfikir untuk mencari kesenangan duniawi semata, maka ia „tak ubahnya hewan dan binatang pada umumnya,”kata Tgk Abdul rahman

“Nafs al-Subu‟iyyah,nafs ini a
dalah nafsu binatang buas, binatang galak yang
menakutkan Jika kita melihat hewan buas di hutan, sebut saja macan misalnya, macan tidak akan rela jika ada hewan lain yang mencoba merebut
wilayah kekuasaannya, oleh karena itu macan akan berusaha menyingkirkan
hewan yang dianggap mengancam wilayah kekuasaannya walau dengan cara apapun, halal atau haram, Sama dengan manusia jika ada orang yang dianggap mengancam posisinya, maka orang itu akan difitnah, dirasani dan dihantam dari belakang agar orang itu pergi dan hancur,itulah nafs alsubu‟iyyah (binatang buas),”ujarnya

“Nafs al-syaithaniyah, nafs ini adalah nafsu syetan yang bersemayam dalam jiwa
setiap manusia. Sesuai dengan firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu,Nafs ini adalah ajakan dan kecenderungan untuk selalu berbuat semua larangan Allah karena anjuran syetan yang ada dalam jiwa, Nafs ini identik dengan sifat dan perbuatan buruk dan tercela, sebab yang mendominasi nafs ini adalah syetan yaitu mahluk yang karenanya Nabi Adam diusir dari surga,”pungkas Tgk.Abdul Rahman.

Ditempat yang sama Kepala Desa Sebudi Jaya, Dani mengapresiasi dan terima kasihnya kepada masyarakat desa Sebudi jaya dan kerukunan serta sekitarnya atas partisipasi nya dalam menyukseskan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Dayah Darul Fikri Serambi Aceh.

(Saipullah.S.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed