oleh

Banyak Sistem Mengajar Dosen Membuat Sebagian Mahasiswa Menghindari Dosen

Agaranews, Banda Aceh – Banyak dosen yang memiliki cara mengajar berbeda beda guna untuk mendidik mahasiswa/i supaya mudah menyampaikan pelajaran yang dia ajarkan.

Sebagian dosen memiliki sistem mengajar dengan cara orasi atau dengan cara banyak bicara dalam kelas.

Cara mengajar seperti ini untuk melatih mahasiswa untuk berbicara di depan orang banyak supaya terbiasa Hinga mahasiswa tidak lagi takut untuk mengeluarkan pendapat karna sudah terbiasa.

Hal ini tidak semua mahasiswa/i yang menyukai cara sistem belajar seperti ini karna belajar seperti ini kita harus memiliki pikiran yang cerdas dan dapat nalar apa mata kuliah yang di ajarkan.

Ini semua bisa dijalankan karna kita harus sering membaca karna semua kuncinya membaca guna untuk mengetahui segala hal.

Kebanyakan mahasiswa/i tidak menyukainya metode belajar seperti ini karna IQ mahasiswa/i itu berbeda.

Sebagian mahasiswa/i walaupun dia sudah membaca dia pasti lupa akan apa yang dia baca dan tidak ada orang yang sempurna pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing.

Sebagian orang walaupun membaca terus membaca tidak bisa lengket di kepalanya dan susah memahami apa yang sedang di bacakan.

Jangankan lewat bacaan sebagian mahasiswa/i tidak bisa menangkap apa yang di katakan dosen walaupun bekali kali di ulang.

karna apa? karna itu tadi IQ orang berbeda beda dan mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Ada juga pepatah mengatakan jika pisau itu sering di asah akan semakin tajam,jika keseringan di asah maka pisau tersebut akan mengecil dan akan tidak bisa digunakan lagi.

Begitu juga manusia jika dia sering dipaksa maka dia akan bosan dan banyak pikiran sehingga menjadi setres dan tidak bisa menjadi apa apa.

Otak itu tidak bisa di paksakan walaupun demi kepentingan untuk diri sendiri. itu bisa mengakibatkan karna keseringan berpikir otak bisa blank terus stres.

Orang berbicara juga memerlukan otak kan tidak ada orang ngomong tanpa otak semua organ tubuh kuncinya di otak.

Sebagian dosen menganggap hal ini biasa karna dia Cuma menyuruh dan memberi aturan karna dia mengajarkan mata kuliahnya berati aturannya dari dia.

Dosen juga ngak mau tau apakah mahasiswanya dapat menerima sistem belajar yang dia berikan dia mau mahasiswa tetap menjalankan apa yang dia katakan.

Dan dosen tidak mau tau juga tentang nilai mahasiswa dia kasih nilai bagus kepada orang yang bisa menjalankan aturannya tapi dia tidak mengetahui kendala dari mahasiswa yang tidak bisa mengikuti aturannya.

Saya rasa dosen sudah mengalami ini semua. Beda di jaman dosen belajar dulu dengan sekarang sekarang sudah banyak pengaruh lingkungan dulu mungkin tidak seperti sekarang ini yang diperlukan semua ada.

Cara dosen mengajar dengan menulis dan mendengarkan hal ini lebih banyak mahasiswa ingin kan sebagai mahasiswa/i dapat menalar karna menulis dari menulis itu mahasiswa mudah mengingat.

Tolong kepada seluruh dosen sebagian mahasiswa/i susah berpikir jika berketerusan berpikir maka kepalanya akan sakit terus stres udah tidak ada lagi gunanya siapa yang rugi? keluarganya.

Mungkin dosen tidak mau tahu perjuangan keluarganya kepada anaknya tersebut makanya masih ada sistem belajar menekan mahasiswa walaupun demi masa depan mahasiswa.

(Penulis Muslim Arfan, Mahasiswa Ilmu Politik, Fisip,UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *