Eratani, UPL Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan Wujudkan Perlindungan Jaminan Sosial untuk 1.000 Petani Binaan Eratani melalui Program Setiani

Muhpijar

- Redaksi

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:00 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 Juli 2024 – Dorong sektor pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju, Eratani menggandeng PT UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjalin kerja sama sebagai bagian dari realisasi program pengembangan komunitas Eratani, yaitu Setiani (Setia Bertani). Melalui kemitraan ini, UPL Indonesia berkomitmen penuh untuk menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 Petani Binaan Eratani selama satu tahun. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Petani Binaan Eratani yang bekerja dalam sektor informal.

“Menyejahterakan petani adalah inti dari apa yang kami lakukan di Eratani, oleh karena itu kami merancang program Setiani,” kata Bambang Cahyo Susilo, Chief Financial Officer Eratani. “Program ini direalisasikan melalui kemitraan dengan UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, sebuah langkah monumental untuk memastikan petani kami terlindungi. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi besar UPL Indonesia yang tentunya akan memberikan dampak positif pada Petani Binaan Eratani.”

UPL Indonesia, perusahaan agrokimia global juga memahami pentingnya kesejahteraan petani dan selalu berada di garis depan dalam mendukung industri pertanian. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan Eratani dan BPJS Ketenagakerjaan dalam tujuan mulia ini,” ungkap Praveen Kumar Ravindranathan, Sub Region Head UPL Indonesia, Malaysia, and Singapore. “Kami berharap dapat memberikan jaminan sosial yang komprehensif melalui iuran yang kami bayarkan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi para petani Eratani untuk meningkatkan produktivitas mereka.”

“Inisiatif ini sangat sejalan dengan misi kami untuk melindungi dan melayani tenaga kerja Indonesia,” kata Dessy Sriningsih, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mangga Dua. “Kami sangat antusias bekerja sama dengan Eratani dan UPL Indonesia. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para Petani Binaan Eratani. Semoga sinergi ini dapat terus berkembang dan membawa perubahan positif bagi kesejahteraan para petani Indonesia.”

Photo caption: Seremoni penandatanganan kerja sama antara Eratani, UPL, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa 88,42% tenaga kerja di sektor pertanian Indonesia tergolong sebagai pekerja informal. Realitas di lapangan memperlihatkan bahwa proses budidaya padi memiliki berbagai tantangan bagi para petani, seperti kerja keras yang menguras fisik, ancaman cuaca ekstrem, dan risiko tak terduga lainnya. Menanggapi tantangan tersebut, Eratani merealisasikan program Setiani melalui kerja sama dengan UPL Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan, sebuah inisiatif yang dirancang untuk pengembangan komunitas yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para petani. Program ini bertujuan untuk memastikan para petani memiliki perlindungan jaminan sosial yang tepat, yangya memberikan keamanan bagi mereka dan keluarga mereka.

Melalui kerja sama ini, Petani Binaan Eratani berhak mendapatkan perlindungan tanpa batasan biaya perawatan saat mengalami risiko ketika bekerja. Selain itu, jika petani meninggal dunia akibat risiko kecelakaan kerja tersebut, maka ahli waris berhak mendapatkan manfaat sebesar 48 kali dari pendapatan terlapor dan beasiswa pendidikan dengan total Rp174.000.000 untuk dua anak. Hal ini karena Petani Binaan Eratani sudah terlindungi melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja. Sedangkan, saat terjadi risiko kematian pada petani di luar kecelakan kerja, maka ahli waris akan mendapatkan manfaat dengan total Rp 42.000.000 sebagai bentuk manfaat dari program Jaminan Kematian

Berita Terkait

HRD Pakai Data Karyawan untuk Pinjol, Kok Ownernya Bisa Kecolongan?
Perkembangan Terbaru dan Prediksi Harga XRP di Tengah Sengketa Hukum Ripple
Pebisnis Wajib Tau! Ini 8 Kelebihan Barantum Dibandingkan Vendor CRM Lainnya
KFC Memimpin Persaingan di Indonesia pada 2024
Donald Trump dan Ledakan Kripto: Koin-Koin Ini Mengguncang Pasar
Berita Terbaru Hari Ini: TikTok Kembangkan Ekosistem Bisnis, Bisa Saingi Gojek?
Manfaatkan Hubungan dengan Pemerintah untuk Mengurangi Dampak Krisis
Tumbuh Pesat Dua Tahun Terakhir, Bittime Resmikan Kantor Baru

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 12:59 WIB

Kelanjutan Proses Rehab Masjid Baiturrahim, Hari Ke-27.

Sabtu, 20 Juli 2024 - 12:27 WIB

Peduli Anak Yatim Korban Kebakaran, Babinsa Sidikalang Berikan Bantuan Seragam Sekolah

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:53 WIB

Satgas Yonif 122/TS Ajarkan Warga Papua Metode Panen Dan Budidaya Sayuran Melalui Program Green House

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:49 WIB

Melalui Binter Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 111/KB Bentuk Karakter Murid Sekolah Di Perbatasan Papua Selatan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:37 WIB

Dukung Operasional Babinsa , Dandim 0201/Medan Serahkan 120 Unit Sepeda Motor Dinas Kawasaki KLX 150 L Bantuan Kemhan RI

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:34 WIB

Utamakan Koordinasi Untuk Mewujudkan Kenyamanan Babinsa Koramil 13/P.Brandan dan Bhabinkamtibmas Laksanakan Tatap Muka Bersama Perangkat Desa

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:29 WIB

Babinsa Garon Gotong-royong Bersama Warga Bangun Saluran Irigasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:25 WIB

Sambut HUT Adyaksa Ke-64 dan Dharmakarini XXIV, Kejaksaan Negeri Karo Gelar Jalan Sehat dan Senam Bersama

Berita Terbaru

EKONOMI DAN BISNIS

HRD Pakai Data Karyawan untuk Pinjol, Kok Ownernya Bisa Kecolongan?

Sabtu, 20 Jul 2024 - 13:11 WIB

ACEH

Kelanjutan Proses Rehab Masjid Baiturrahim, Hari Ke-27.

Sabtu, 20 Jul 2024 - 12:59 WIB

EKONOMI DAN BISNIS

Perkembangan Terbaru dan Prediksi Harga XRP di Tengah Sengketa Hukum Ripple

Sabtu, 20 Jul 2024 - 12:41 WIB