Posting Meme Hina Presiden, Polda Kepri Tangkap Pria Berusia 29 Tahun

admin

- Redaksi

Senin, 13 April 2020 - 01:46 WIB

40695 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM, AGARANEWS – Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau menangkap seseorang berinisial WP atas dugaan melakukan ujaran kebencian. WP diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt menyampaikan bahwa WP diduga dengan sengaja menyebarkan informasi penghinaan terhadap Presiden Jokowi melalui nemen atau gambar yang diedit dan kemudian diposting melalui akun media sosialnya bernama Agus Ramhdah alias Abd Karim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam postingan tersebut berisikan meme atau gambar yang diduga menghina Presiden Republik Indonesia dan dapat menimbulkan permusuhan individu atau kelompok berdasarkan antargolongan,” kata Kombes Pol Harry Goldenhardt dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/4/2020).

Baca Juga :  Walikota Tanjungbalai H.Waris Tholib,SAg, MM Buka Konfercab IX GP.Ansor Kota Tanjungbalai

Kombes Harry mengungkap bahwa tujuan pelaku membuat nemen penghinaan terhadap pejabat negara itu karena lelucon semata. Selain itu, pelaku diduga juga memang tidak menyukai Jokowi.

“Maksud dan tujuan pelaku adalah untuk membuat lelucon dengan menyindir kinerja Presiden Republik Indonesia dan menurut keterangan awal pelaku bahwa ada ketidaksukaan terhadap Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Dalam penangkapan ini, Polda Kepri mengamankan barang bukti satu unit handphone merk samsung, satu buah sim card axis, satu buah sim card telkomsel, satu buah micro SD, KTP atas nama pelaku, dan tiga lembar print out postingan di akun facebook.

Baca Juga :  Harga Ketela Dikuasai Makelar, Pengusaha Tapioka Bernaung di ATAP

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Repubik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 208 ayat (1) K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00. (RED)

Berita Terkait

Polda Sumut Buktikan Komitmen Ungkap Tindak Pidana Pencurian Hasil Perkebunan, 6 Pelaku Ditangkap
Satgas Pamtas RI-Malaysia Berhasil Cegah PMI Non Prosedural Masuk Wilayah NKRI
Satgas Yonif 509 Kostrad Tingkatkan Intensitas Bantuan Langsung Kepada Masyarakat Intan Jaya, Papua
Mayor Ckm dr Ivan Lakukan Pengobatan Gratis
Babinsa Ke Kelapangan Cek Harga Sembako Di Kios.
Pererat Silaturahmi Babinsa Anjangsana Ke Pengolahan Kerupuk Ubi
Kunjungi Usaha Pintu Besi Babinsa laksanakan Komsos Dalam Rangka Pembinaan Teritorial.
Babinsa Anjangsana Ke Warga Desa Binaan Budi Daya Ikan Mas.

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:22 WIB

Polda Sumut Buktikan Komitmen Ungkap Tindak Pidana Pencurian Hasil Perkebunan, 6 Pelaku Ditangkap

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:16 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Berhasil Cegah PMI Non Prosedural Masuk Wilayah NKRI

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:11 WIB

Satgas Yonif 509 Kostrad Tingkatkan Intensitas Bantuan Langsung Kepada Masyarakat Intan Jaya, Papua

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:07 WIB

Mayor Ckm dr Ivan Lakukan Pengobatan Gratis

Kamis, 13 Juni 2024 - 06:59 WIB

Pererat Silaturahmi Babinsa Anjangsana Ke Pengolahan Kerupuk Ubi

Kamis, 13 Juni 2024 - 06:56 WIB

Kunjungi Usaha Pintu Besi Babinsa laksanakan Komsos Dalam Rangka Pembinaan Teritorial.

Kamis, 13 Juni 2024 - 06:53 WIB

Babinsa Anjangsana Ke Warga Desa Binaan Budi Daya Ikan Mas.

Rabu, 12 Juni 2024 - 22:31 WIB

PT SPT Rangkul Semua Pihak Lakukan Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru

HEADLINE

Mayor Ckm dr Ivan Lakukan Pengobatan Gratis

Kamis, 13 Jun 2024 - 08:07 WIB