Aceh Tenggara – agaranews.com/ Personel Polsek Darul Hasanah, Polres Aceh Tenggara, tak hanya melakukan pemantauan pascabanjir yang memutus akses jalan di wilayahnya. Mereka juga turun langsung membantu masyarakat melintasi jalur darurat yang kini menjadi satu-satunya akses penghubung antara Kecamatan Darul Hasanah dan Kecamatan Badar.
Kegiatan monitoring tersebut berlangsung pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 09.50 WIB. Sejumlah personel disiagakan di beberapa titik jalur darurat untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman di tengah kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih akibat diterjang banjir.
Bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Jembatan Natam yang menghubungkan Desa Simpang IV Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, dengan Desa Natam Baru, Kecamatan Badar.
Sebagian badan jembatan dilaporkan hanyut diterjang derasnya arus banjir sehingga tidak lagi bisa dilintasi seperti biasa. Kondisi tersebut memaksa masyarakat menggunakan jalur alternatif yang dibangun sebagai akses sementara agar mobilitas warga tidak terhenti.
Jalur darurat tersebut dibuat di dasar aliran sungai dan diperkuat dengan tanggul penahan arus. Meski dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki, kondisi lintasan masih membutuhkan pengawasan karena sewaktu-waktu dapat berubah apabila debit air meningkat.
Karena itu, personel Polsek Darul Hasanah disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu masyarakat yang melintas. Polisi mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan di jalur sempit tersebut serta memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kesulitan saat melintasi jalan darurat.
Selain itu, petugas juga terus mengingatkan masyarakat agar mengurangi kecepatan kendaraan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tetap mengutamakan keselamatan selama melintasi akses sementara tersebut.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga. Di tengah keterbatasan akses akibat bencana, keberadaan personel di lapangan memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meski harus melewati jalur darurat.
Bagi aparat kepolisian, tugas tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam situasi bencana, kehadiran anggota di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan kemanusiaan dengan memastikan masyarakat dapat beraktivitas secara aman hingga kondisi kembali normal.
Polres Aceh Tenggara menyatakan akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan terdampak banjir, terutama pada akses yang digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung.
Polres Aceh Tenggara juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kondisi jalur darurat. Warga diminta mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan tidak memaksakan melintas apabila kondisi dinilai membahayakan, demi keselamatan bersama. Ady
























