oleh

Pengangkatan 187 Kepling Berbuntut Panjang*

 

Tanjungbalai Agara News Com pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) Sejumlah 187 Se Kota Tanjung Balai dari 31 Kelurahan dan 6 Kecamatan Se Kota Tanjung Balai menuai Protes keras bagi warga khususnya yang bermasalah tentang Kepling, warga masyarakat yang mendukung idolanya hanya isapan jempol alias tidak terpilih, sehingga masyarakat merasa keberatan lalu unjuk rasa dengan aksi damai, permasalahan Kepling dampaknya berbuntut panjang untuk menyampaikan aspirasi serta keluhan ke pihak DPRD Kota Tanjung Balai.

Adapun sejumlah di Kelurahan dari beberapa lingkungan Kota Tanjung Balai menyatakan sikap dengan membawa spanduk, masyarakat berduyung duyung ke DPRD Tanjung Balai mulai Kamis – Jumat (6,7/1/2022) herannya ada spanduk tersebut bertulisan ” Plt Walikota Zholim”, yang telah di angkat Kepling menjadi definitf baru terpilih.

Ketika di Temui Agara News .Com di lapangan, Jum’at (7/1/22) Nuraini Br.Sinaga yang akrab di panggil Kadek serta turut ikut seleksi Kepling lagi mengatakan, saya merasa keberatan tidak lepas dalam seleksi Kepling, sebab katanya saya ini mantan Kepling, dan dukungan masyarakat M.Abbas Lk.III Kel.TB Kota II rasanya sangat banyak, bahkan masa menjabat Kepling terdahulu, kita siap kapan saja masyarakat dapat di layani.

Oleh karena itu tambah Kadek, semua ini berkat dukungan warga Lingkungan III Kel.TB Kota II Kec.TBS untuk mengadukan nasib ke DPRD Kota Tanjungbalai, bila kita pantau seleksi dari tingkat Kelurahan dan Kecamatan soal nilai terhadap saingan saya sama nilainya, kok bisa saya kalah atau tidak terpilih lagi menjadi Kepling, pungkasnya.

Sementara ketua komisi A DPRD Kota Tanjung Balai Dahman Sirait,SH menyampaikan, dari hasil unjuk rasa masyarakat di lingkungannya dalam keberatan pengangkatan Kepling kita tindak lanjuti, dan segera di panggil pada Senin, (10/1/22),bagi tim seleksi, agar jelas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Dewan Kota Tanjung Balai, jelasnya singkat.

Dalam kesempatan ini ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjung Balai Eriston Sihaloho,SH menegaskan, menyoal riak riak Kepling atau unjuk rasa kita perlu penyelesaian dalam persuasif, sebab di sana ada Tim seleksi yaitu Lurah dan Camat.

Maka lanjut Sihaloho yang cukup peduli dalam perobahan kinerja, ada apa di balik diduga hujatan seperti spanduk yang berbunyi ” kami masyarakat Jalan M.Abbas Lingkungan III mengecam keras kebijakan Plt Walikota yang Zholim, atas pengangkatan Kepling secara arogan tanpa memandang suara rakyat demi kepentingan Politik 2024 “, ini perlu kita tekankan terhadap tim seleksi tersebut.

Dikatakannya lagi, harusnya tim seleksi Kepling lebih berpedoman dengan Perwa Nomor 39/2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian Kepala Lingkungan, mengapa..?, disana kedua pihak Lurah dan Camat adalah penyeleksi calon Kepling, bila kurang jeli, inilah akibatnya masyarakat menyampaikan aspirasi ke DPRD setempat, untuk itu bila ada temuan yang fatal dalam pengangkatan Kepling lebih baik ganti Lurah dan Camat, ungkapnya.Laporan Sofyan Parinduri.BA/Kabiro

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed