Kutacane-agaranews.com
Sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan bibit bawang merah kepada enam kelompok tani di Kabupaten Aceh Tenggara. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Desa Lawe Sekerah, Kecamatan Badar, Selasa (5/8), dengan disaksikan langsung oleh para pejabat pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.
Bantuan yang diserahkan mencapai 7 ton bibit bawang merah, diperuntukkan bagi 7 hektare lahan pertanian yang akan dikelola oleh kelompok tani dari empat kecamatan, yakni Bambel, Badar, Ketambe, dan Lawe Alas (Kuta Batu Baru). Program ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor hortikultura, sekaligus meredam fluktuasi harga pangan, khususnya komoditas bawang merah yang selama ini menjadi penyumbang signifikan terhadap inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah, dalam keterangannya menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi petani agar lebih produktif dan mandiri dalam membudidayakan bawang merah.
> “Kami berharap bibit ini tidak hanya disalurkan, tapi benar-benar ditanam dan dibudidayakan secara optimal. Produksi bawang merah lokal harus diperkuat agar kebutuhan pasar tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ini juga bagian dari strategi pengendalian inflasi,” jelas Cut Huzaimah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan kelompok tani dilakukan secara selektif berdasarkan kesiapan lahan dan kompetensi teknis budidaya. Bantuan ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE, MM, yang turut hadir bersama Wakil Bupati Heri Al Hilal, memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Distanbun Aceh dalam penyaluran bantuan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya penggunaan bantuan sesuai dengan tujuan program.
> “Bibit ini tidak untuk dikonsumsi, tetapi harus ditanam sebagaimana mestinya. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki dampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” tegas Bupati Salim Fakhry.
Ia juga menambahkan bahwa program seperti ini harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memajukan sektor pertanian di Aceh Tenggara.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, menekankan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas paling sensitif terhadap perubahan harga pasar. Oleh karena itu, peningkatan produksi lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
> “Bawang merah sering kali menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di daerah. Karena itu, kami pastikan bantuan ini diberikan kepada kelompok tani yang benar-benar siap dari segi lahan maupun teknis budidayanya,” ujar Riskan.
Ia menambahkan, selain untuk mencukupi kebutuhan lokal, hasil panen dari bantuan ini diharapkan dapat memperluas distribusi hingga ke pasar regional. Hal ini diyakini dapat menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani serta meningkatkan daya saing komoditas lokal.
Acara penyaluran bantuan ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, termasuk Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kasri Selain, yang turut memberikan dukungan terhadap program penguatan sektor pertanian ini.
Keberadaan para tokoh lintas sektor di acara ini menjadi bukti bahwa pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus melibatkan kolaborasi multi-pihak, dari pemerintah, petani, hingga unsur TNI dan tokoh adat.
Dengan program seperti ini, Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Tenggara terus menegaskan komitmennya dalam membangun pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap tantangan zaman—mulai dari krisis pangan hingga dinamika ekonomi global
Ady