Medan, AgaraNews. Com //.Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) dalam rangka pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Babinsa Koramil 0201-16/TM, Koptu Hermanto, Kasi PMD Kecamatan Tanjung Morawa, Nurhidayah, TAPM Kabupaten, Heru Santoso, dan Kepala Desa Punden Rejo, Misno.
Pembentukan BUMDES “Maju Bersama” ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa dan mendukung program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis. BUMDES diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kasi PMD Kecamatan Tanjung Morawa, Nurhidayah, menekankan pentingnya pengelolaan BUMDES yang transparan dan akuntabel. Beliau juga berharap BUMDES dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola usaha desa.
Kepala Desa Punden Rejo, Misno, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah kecamatan. Beliau berharap BUMDES “Maju Bersama” dapat berkembang sesuai semangat kebersamaan yang diusung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Heru Santoso, selaku TAPM Kabupaten, memberikan pemaparan terkait mekanisme dan tata cara pengelolaan BUMDES. Beliau menekankan pentingnya pengelolaan BUMDES yang sesuai aturan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Hasil musyawarah menyepakati pembentukan BUMDES dengan nama “Maju Bersama”. Adapun struktur pengurus yang ditetapkan akan segera menjalankan tugasnya untuk mengelola BUMDES dan meningkatkan pendapatan ekonomi desa.
Babinsa Koramil 0201-16/TM, Koptu Hermanto, mendukung penuh pembentukan BUMDES “Maju Bersama” ini. Beliau berharap BUMDES dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola usaha desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pembentukan BUMDES “Maju Bersama” ini, Desa Punden Rejo diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat. BUMDES juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola usaha desa dan meningkatkan pendapatan ekonomi desa.(Fahmi/Lia Hambali)