
Kutacane,agaranews.com
Jum’at,6 Juni 2025 — Warga Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, menyampaikan keluhan serius terhadap layanan PLN Kutacane yang dinilai tidak stabil dan sering mengalami pemadaman listrik. Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial Facebook dalam bentuk surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Bupati Aceh Tenggara, H. Muhammad Salim Fakhry, pada Kamis (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan yang viral di media sosial tersebut, salah satu warga bernama Nanda Gunawan menuliskan kekhawatirannya terkait pemadaman listrik yang terjadi hingga lima sampai sepuluh kali dalam satu hari. Ia menyebut bahwa gangguan ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk sektor usaha, rumah tangga, serta kegiatan ibadah di masjid.
“Pemadaman listrik yang sering terjadi sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak negatif bagi masyarakat. Kami berharap Bapak Bupati dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah ini,” tulis Nanda dalam surat terbuka tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LSM KOREK Aceh, Irwansyah Putra, turut menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja PLN Kutacane. Ia menyebut pelayanan yang diberikan tidak mencerminkan komitmen terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Jika sudah begini, artinya pelayanan PLN Kutacane sangat mengecewakan. Masyarakat sampai harus menyuarakan keresahan mereka lewat media sosial. Ini bukti bahwa keluhan mereka belum mendapat perhatian yang layak,” ujar Irwansyah.
Ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, pihak PLN Kutacane memberikan tanggapan atas gangguan tersebut. Dalam balasan yang diterima, pihak PLN menyebutkan beberapa faktor penyebab pemadaman, antara lain:
1. Pohon pinang tumbang mengenai jaringan,
2. Tupai dan kalong yang tersangkut di jaringan listrik,
3. Trafo tersambar petir di kawasan Mentedak,
4. Banyaknya pohon-pohon yang masih terlalu dekat dengan jalur listrik.
PLN menyatakan bahwa mereka tengah melakukan berbagai upaya perbaikan agar pasokan listrik kembali normal dan andal.
Namun, Irwansyah Putra menilai penjelasan tersebut tidak memadai. Ia menyebut bahwa alasan-alasan seperti gangguan binatang atau tumbangnya pohon sudah terlalu sering digunakan dan tidak sebanding dengan tingkat gangguan yang dialami masyarakat.
“Sudah saatnya Bupati turun tangan. Kami minta adanya solusi konkret, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah yang sudah sangat terdampak. Jangan sampai persoalan listrik ini menjadi krisis kepercayaan publik,” tegasnya.
Masyarakat berharap adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan pihak PLN untuk menuntaskan permasalahan ini secara tuntas dan berkelanjutan.
Ady


































