Saat Panglima Besar Itu Berpulang: Nafas Terakhir Sang Penjaga Republik

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 22:32 WIB

50180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Catatan, AgaraNews.com // “Titip anak-anak… Tolong aku dibimbing tahlil…”
— Ucapan terakhir Jenderal Besar Soedirman

Di penghujung Januari 1950, udara Magelang terasa sejuk, tapi juga sarat duka. Di sebuah wisma tentara di Badakan, tubuh ringkih yang pernah memimpin ribuan prajurit di hutan-hutan Jawa itu berbaring lemah. Dialah Panglima Besar Jenderal Soedirman, sang penegak kehormatan republik, yang kini berhadapan dengan musuh terakhirnya: penyakit yang perlahan menggerogoti paru-parunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa tahun sebelumnya, Soedirman berjalan tertatih memasuki rumahnya di Bintaran Wetan, Yogyakarta. Dari medan tempur Madiun, ia kembali dengan batin luka menyaksikan rakyat Indonesia saling menumpahkan darah dalam pemberontakan 1948. Kepada istrinya, Siti Alfiah, ia berkata lirih bahwa matanya tak sanggup terpejam melihat sesama bangsa saling menebas.Malam itu ia mandi dengan air dingin, menolak saran istrinya untuk memakai air hangat. Sebuah keputusan kecil yang membawa malapetaka besar. Esoknya, sang Jenderal jatuh sakit. Dokter mendiagnosis tuberkulosis paru-paru, dan meski satu paru-parunya akhirnya diistirahatkan lewat operasi, semangatnya tetap menyala. Bahkan di atas ranjang rumah sakit, ia sempat menulis sajak berjudul “25 Tahun Rumah Nan Bahagia” ungkapan terima kasihnya kepada para perawat di Panti Rapih.

Namun, panggilan tanah air tak pernah padam di dadanya.
Ketika agresi militer Belanda meletus pada 19 Desember 1948, Soedirman menolak beristirahat. Dengan tubuh separuh sehat, ia memimpin perang gerilya dari atas tandu selama delapan bulan. Hujan, lapar, dan ancaman peluru tak mampu menundukkan tekadnya. Ia tetap menjadi lambang hidup keteguhan bangsa.Setelah Belanda menyatakan gencatan senjata pada Oktober 1949, tubuh Soedirman kian rapuh. Ia memilih beristirahat di lereng Magelang, memandang Gunung Sumbing dari kejauhan. Tapi firasatnya berkata lain. Pada 18 Januari 1950, ia memanggil para petinggi tentara, di antaranya Ahmad Yani dan Gatot Soebroto. Ia berpesan dengan suara tenang, seolah tahu ajalnya kian dekat.

Pagi 29 Januari 1950, wajahnya tampak cerah. Menjelang malam, setelah menunaikan salat magrib, Soedirman memanggil istrinya ke sisi ranjang.
Dengan suara parau, ia berbisik:

“Bu, aku sudah tidak kuat. Titip anak-anak. Tolong aku dibimbing tahlil.”

Siti Alfiah menuntunnya melafazkan Laa ilaha illallah. Dalam pelukan perempuan yang selalu setia menemaninya, Jenderal Besar Soedirman menghembuskan napas terakhirnya dengan nama Allah di bibirnya, dan Indonesia di dadanya.

Di halaman rumah, bendera merah putih turun setengah tiang dengan sendirinya. Seolah alam ikut berduka, memberi hormat terakhir kepada panglima suci yang tak pernah menyerah pada sakit, perang, atau nasib.(Lia Hambali)

“Jasamu abadi, Jenderal.”

#Soedirman #PanglimaBesar #PahlawanNasional #PerangGerilya #IndonesiaMerdeka #SejarahBangsa #PengorbananTanpaBatas.

Berita Terkait

TNI terus bersinergi bersama warga bantu percepat pembangunan jembatan aramco
TNI terus bersinergi bersama warga bantu percepat pembangunan jembatan aramco
‎Perkuat Sinergi TNI-Rakyat, Babinsa Tripa Makmur Gelar Komsos Bahas Keamanan Desa Man 2
Bersama Warga, Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Gotong Royong Bersihkan Parit
Tingkatkan Ketahanan pangan Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Bantu Petani Tanam Padi Di desa Binaan 
Bangun Komunikasi yang Baik Dengan Mitra Karib Babinsa Komsos di Wilayah Binaan
Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional
Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Laksanakan Patroli Pengamanan Hari Buruh Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:09 WIB

TNI terus bersinergi bersama warga bantu percepat pembangunan jembatan aramco

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:53 WIB

TNI terus bersinergi bersama warga bantu percepat pembangunan jembatan aramco

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:31 WIB

‎Perkuat Sinergi TNI-Rakyat, Babinsa Tripa Makmur Gelar Komsos Bahas Keamanan Desa Man 2

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Bersama Warga, Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Gotong Royong Bersihkan Parit

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:01 WIB

Tingkatkan Ketahanan pangan Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Bantu Petani Tanam Padi Di desa Binaan 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:54 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:51 WIB

Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Laksanakan Patroli Pengamanan Hari Buruh Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:44 WIB

Babinsa 02/Seunagan Jalin Komsos Dengan Pekerja Pembangunan KDKMP Di Desa Binaan

Berita Terbaru