Brekingnews,Aceh Timur- agaranews.com, online, Masyarakat di wilayah pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Peureulak mengeluhkan buruknya pelayanan perusahaan pelat merah tersebut akibat seringnya terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan. Fenomena ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan menimbulkan keresahan di tiga kecamatan, yakni Ranto Peureulak, Peunaron, dan Serbajadi (Lokop).
Pantauan di lapangan, pemadaman listrik terjadi secara tiba-tiba dan tidak menentu, bahkan kerap terjadi pada jam-jam sibuk masyarakat beraktivitas. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga yang bergantung pada pasokan daya listrik.
“Lampu sering padam menjelang Magrib dan Subuh, padahal di jam-jam itu kami sangat membutuhkan penerangan. Kadang baru hidup sebentar, mati lagi. Aktivitas kami jadi terhambat,” keluh Dian, warga Ranto Peureulak, kepada media ini, Senin (20/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menilai bahwa PLN seolah abai terhadap keluhan masyarakat. “Kalau masyarakat telat bayar tagihan, PLN cepat sekali menegur bahkan bisa langsung putus aliran. Tapi kalau lampu sering padam tanpa alasan jelas, masyarakat disuruh maklum. Ini kan aneh dan tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut Dian, pemadaman yang berulang-ulang juga mengakibatkan kerusakan pada perabot elektronik di rumah warga. “Kalau alat elektronik rusak karena voltase naik-turun, siapa yang mau ganti rugi? PLN harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Warga di tiga kecamatan tersebut berharap agar PLN ULP Peureulak segera melakukan evaluasi serius terhadap sistem distribusi listrik dan memberikan penjelasan resmi kepada publik. Mereka juga meminta agar setiap pemadaman ke depan disertai pemberitahuan yang jelas, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri. Ungkap Dian
( Red)

































