Hakikat Kematian yang Hidup : Aku dan Setengah Kematianku (Resensi Buku)

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 12:14 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : Amang Mawardi/ sastrawan/budayawan

AgaraNews.com // Ada sekian dokter yang dikenal sebagai penulis. Di Jakarta, antara lain : dr. Kartono Mohamad, dr. Hendrawan Nadesul, Prof. Dr. dr. Anies, M.Kes., PKK., dr. Cahyadi Takariawan, dr. Andreas Kurniawan, dr. Dito Anurogo, dan masih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Surabaya pun lumayan banyak,
salah satu yang produktif menulis, baik di media massa maupun menulis sekian buku : Kol. Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, SE., M.Kes., M.H.

Salah satu buku karyanya yang judulnya menggelitik : “Aku dan Setengah Kematianku”.

Buku ini bunga rampai dari tulisan-tulisan dokter yang akrab dengan seniman, yang tersebar di berbagai media.

Salah satunya yang berjudul sebagaimana di atas yang lantas dijadikan judul buku tersebut.

Di buku ini tercatat 27 judul, dengan penamaan judul-judul yang rerata puitis, misalnya : Membaca Api Sejarah atau Abu Sejarah? Pilihan Membaca Masa Depan; Amman yang Aman; Bencana Alam atau Bahasa Alam?; Lukisan Pria Bertopi Fez dan Masjid Hagia Sophia; dan sejumlah judul lain yang tak kalah menggelitik.

Namun, ada tulisan yang judulnya sebagaimana sering kita dengar untuk pengingat kehidupan, yaitu : “Gusti Alloh Mboten Sare” (Tuhan Tidak Tidur), ditulis secara tiga seri.

Menarik membaca yang ditulis dalam salah satu alinea pada pengantarnya : Urip Iki Urup. Hidup Itu Penuh Cahaya. Padamlah hidup kita, jika mati “nur” yang kita punya. Maka jangan pernah matikan Nur Illahi yang ada dalam hidup kita.

Sedangkan dalam tulisan berjudul ‘Aku dan Setengah Kematianku’ tersebut, Dokter Hisnindarsyah menyajikan kata-kata menarik sebelum menutup tulisannya itu : Dalam pengalaman ruhani yang luar biasa, aku menjadi tahu bahwa esensi ibadah ternyata adalah batin kita, hati kita. Bukan semata raga kita. Bisa jadi raga kita bersolat, berpuasa. Tapi hati dan pikiran kita tidak pada Alloh Swt., namun pada dunia.

Alhasil buku yang diterbitkan oleh Holistic Institute dengan ketebalan xviii + 152 halaman, yang diberi pengantar oleh Romo Guru Siddi Miftahul Luthfi Muhammad ini, tertangkap diksi menarik :

Melalui buku yang disusunnya ini, ia hendak menyapa sekaligus memberitahu jika dirinya manusia biasa — meski gelar sarjananya berderet-deret di depan dan di belakang namanya.

Baginya menuntut ilmu adalah wajib. Adapun mengamalkan ilmunya sangat-sangat wajib. Ia bersyukur sudah dikaruniai Gusti Alloh kehidupan yang baik — pada akhirnya bukan lagi harta benda dan pangkat sebagaimana tujuan hidupnya semula.

Buku ini juga memberikan pesan, bahwa setiap manusia dikaruniai takdir yang beragam, sudah barang tentu dengan sunatulloh yang beragam pula.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Kodam XIX Tuanku Tambusai Genjot Produksi Jembatan Gantung Garuda
May Day 2026 di Medan, Ribuan Buruh Bernyanyi Bersama Wako,Dandim dan Kapolrestabes ,” Buruh Adalah Denyut Nadi Ekonomi” 
Kapolres Metro Jakarta Utara Kawal Keberangkatan 12.989 Buruh ke Aksi May Day 2026
May Day di Koja Berlangsung Kondusif, Aksi Sopir Dialihkan Jadi Perayaan
Gebrak Sewu Digital 2026, Bupati Pringsewu Dorong Transformasi Digital dan Kepatuhan Pajak Melalui Kerjasama BRI Pringsewu
Bupati Musi Rawas Hadiri HUT Ke 107 Damkar dan HUT Ke 76 SATPOL-PP di Palembang 
TMMD 128 Langkat: Kemanunggalan Diracik dari Warung ke Lapangan
TMMD 128 Langkat: Saat Tentara Mengetuk Pintu, Layanan Kesehatan Datang Lebih Dekat

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:19 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Genjot Produksi Jembatan Gantung Garuda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:06 WIB

May Day 2026 di Medan, Ribuan Buruh Bernyanyi Bersama Wako,Dandim dan Kapolrestabes ,” Buruh Adalah Denyut Nadi Ekonomi” 

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:55 WIB

Kapolres Metro Jakarta Utara Kawal Keberangkatan 12.989 Buruh ke Aksi May Day 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:46 WIB

May Day di Koja Berlangsung Kondusif, Aksi Sopir Dialihkan Jadi Perayaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:38 WIB

Gebrak Sewu Digital 2026, Bupati Pringsewu Dorong Transformasi Digital dan Kepatuhan Pajak Melalui Kerjasama BRI Pringsewu

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:21 WIB

TMMD 128 Langkat: Kemanunggalan Diracik dari Warung ke Lapangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:18 WIB

TMMD 128 Langkat: Saat Tentara Mengetuk Pintu, Layanan Kesehatan Datang Lebih Dekat

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:14 WIB

TMMD 128 Langkat: Saat Warung Jadi “Markas” Kemanunggalan TNI–Rakyat

Berita Terbaru