Dua Rumah Wartawan SWI Hanyut, Ribuan Warga Mengungsi: Beutong Ateuh Banggalang Diluluhlantakkan Banjir Bandang

Hidayat Desky

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 14:12 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh — agaranews.com, online// Suara gemuruh dari arah hulu sungai itu datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan menit, lumpur pekat bercampur batu besar dan batang kayu menerjang permukiman di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Air bah setinggi dada orang dewasa menyapu rumah-rumah, memutus jalan, merobohkan jembatan, hingga menyeret apa pun yang dilewatinya.

Rabu (26/11/2025) itu menjadi hari paling kelam sepanjang tahun bagi ribuan warga Beutong Ateuh. Banjir bandang bukan hanya merusak, tetapi menghancurkan. Menghilangkan tawa, memutus harapan, dan menyisakan duka yang sulit diungkapkan.

Dan di antara rumah-rumah yang luluh lantak, dua di antaranya milik para pewarta—orang yang biasanya meliput bencana, kini justru menjadi korban bencana itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Detik-Detik Kepanikan: “Air Datang Seperti Tembok!”

Banjir bandang itu dipicu hujan ekstrem yang mengguyur kawasan pegunungan selama dua hari. Tanah yang tak mampu lagi menahan air membuat sungai meluap dengan kecepatan mengerikan.

“Air datang seperti tembok, tinggi, kencang, dan menabrak rumah tanpa bisa dihentikan!” kata seorang warga yang masih terlihat shock.

Jeritan, suara barang pecah, gemuruh batu, dan teriakan meminta tolong terdengar bersahutan. Banyak warga hanya sempat membawa pakaian yang melekat di tubuh.

Rumah Wartawan Habis Diseret Arus

Rumah Banta Sulaiman Hilang Tanpa Sisa

Di antara kerusakan itu, rumah Banta Sulaiman, Wakil Ketua SWI Aceh Barat, hilang tanpa bekas. Rumah yang ditempatinya bersama keluarga—Rusli (50), Rosmania (40), dan Hayaton (20)—seluruhnya hanyut.

“Alhamdulillah kami selamat. Tapi rumah hanyut, hilang semua…” ucap Banta dengan suara bergetar.
“Kalau ditaksir, kerugiannya ratusan juta. Belum lagi kebun satu hektare… sekarang berubah jadi sungai baru.”

Lahan yang sebelumnya menjadi sumber nafkah keluarga kini hanya menyisakan alur sungai baru yang penuh material kayu dan batu.

Rumah Samsuardi Juga Musnah: “Yang Tersisa Hanya Baju di Badan”

Nasib serupa menimpa Samsuardi, wartawan Meuligoeberita.com sekaligus Humas SWI Aceh Barat. Rumah yang ditinggali bersama kedua orang tuanya—Basyah (49) dan Siti (40)—juga tersapu bersih.

“Selamat, tapi rumah hilang semua. Tidak ada yang bisa kami selamatkan.”

Keduanya kini berada di tenda pengungsian bersama ribuan orang lainnya yang mengalami nasib serupa.

Tenda Pengungsian Padat, Tangis Anak-Anak Pecah

Di tenda pengungsian, suasana penuh haru. Anak-anak menangis karena kedinginan. Lansia terbaring lemah. Ibu-ibu memeluk anaknya sambil memandangi ke arah desa mereka yang kini rata dengan tanah.

“Tidak ada selimut. Alas seadanya. Banyak yang tidak makan sejak pagi,” ungkap relawan setempat.

Dapur umum darurat dibuat seadanya. Warga saling berbagi makanan yang mulai menipis. Sementara itu, kondisi cuaca masih tidak bersahabat.

Akses Putus Total, Bantuan Terlambat Sampai

Jembatan penghubung antara desa-desa putus total. Ruas jalan di sekitar sungai hanyut hingga tak lagi terlihat bentuknya. Alat berat kesulitan masuk karena tanah labil dan tertutup longsor.

Listrik padam. Jaringan telekomunikasi hampir tak berfungsi. Sejumlah desa bahkan terisolasi total.

“Kami sedang berupaya membuka jalan. Cuaca buruk jadi hambatan utama,” ujar seorang petugas BPBD yang berada di lokasi.

Korban Meminta Pemerintah Bertindak Cepat

Para korban berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan nyata—bukan sekadar pendataan.

“Kami butuh tempat tinggal sementara, makanan, obat, pakaian—kami kehilangan semuanya,” tegas Banta Sulaiman.

Samsuardi meminta pemerintah melakukan pendataan detail terhadap warga yang rumahnya hilang:
“Banyak warga tidak punya apa-apa lagi. Tolong segera data, bantu kami bangkit kembali.”

Salah Satu Bencana Terbesar di Nagan Raya 2025

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun di beberapa titik dan petugas bersama relawan terus berjuang menembus lokasi yang terisolasi. Banjir bandang ini disebut sebagai salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Nagan Raya dalam satu dekade terakhir.

Beutong Ateuh Banggalang kini berubah menjadi hamparan lumpur dan puing. Dan bagi banyak warga, terutama para korban yang kehilangan rumah, perjuangan baru saja dimulai. Ady Gegoyong

Berita Terkait

Kapolres Karo Tinjau Kesiapan Polsek Jajaran Jelang Akhir Pekan
Turun ke Sawah, Babinsa Kodim 0103/Aceh Utara Bantu Petani Semprot Hama Padi
PMII: Pergerakan Aksi Nyata untuk Indonesia Berbasis Ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah
Koramil 12/LP Tuntaskan Finishing Jembatan Gantung Hajoran, Bukti Nyata Kepedulian Kodim 0209/LB untuk Masyarakat
Koramil 01/AK Hadir di Penutupan MTQ ke-X, Bangun Harmoni dan Semangat Religius Kualuh Hulu
Kodim 0209/LB Ambil Peran Strategis dalam Simulasi Sispamkota Polres Labuhanbatu, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah
Sinergi TNI-Polri Kian Kuat, Dandim 0209/LB Hadiri Kenal Pamit Pejabat Polres Labuhanbatu
Koramil 09/NL Hadiri Upah-upah Calon Jamaah Haji 2026, Wujud Kepedulian TNI di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:07 WIB

Kapolres Karo Tinjau Kesiapan Polsek Jajaran Jelang Akhir Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 16:28 WIB

Turun ke Sawah, Babinsa Kodim 0103/Aceh Utara Bantu Petani Semprot Hama Padi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:25 WIB

PMII: Pergerakan Aksi Nyata untuk Indonesia Berbasis Ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah

Sabtu, 18 April 2026 - 16:23 WIB

Koramil 12/LP Tuntaskan Finishing Jembatan Gantung Hajoran, Bukti Nyata Kepedulian Kodim 0209/LB untuk Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 16:21 WIB

Koramil 01/AK Hadir di Penutupan MTQ ke-X, Bangun Harmoni dan Semangat Religius Kualuh Hulu

Sabtu, 18 April 2026 - 16:15 WIB

Sinergi TNI-Polri Kian Kuat, Dandim 0209/LB Hadiri Kenal Pamit Pejabat Polres Labuhanbatu

Sabtu, 18 April 2026 - 16:09 WIB

Koramil 09/NL Hadiri Upah-upah Calon Jamaah Haji 2026, Wujud Kepedulian TNI di Tengah Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 16:06 WIB

Koramil 07/AKB Bersama Pemerintah Desa Kampung Pajak Gelar ASRI, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Berita Terbaru