Dua Rumah Wartawan SWI Hanyut, Ribuan Warga Mengungsi: Beutong Ateuh Banggalang Diluluhlantakkan Banjir Bandang

Hidayat Desky

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 14:12 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh — agaranews.com, online// Suara gemuruh dari arah hulu sungai itu datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan menit, lumpur pekat bercampur batu besar dan batang kayu menerjang permukiman di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Air bah setinggi dada orang dewasa menyapu rumah-rumah, memutus jalan, merobohkan jembatan, hingga menyeret apa pun yang dilewatinya.

Rabu (26/11/2025) itu menjadi hari paling kelam sepanjang tahun bagi ribuan warga Beutong Ateuh. Banjir bandang bukan hanya merusak, tetapi menghancurkan. Menghilangkan tawa, memutus harapan, dan menyisakan duka yang sulit diungkapkan.

Dan di antara rumah-rumah yang luluh lantak, dua di antaranya milik para pewarta—orang yang biasanya meliput bencana, kini justru menjadi korban bencana itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Detik-Detik Kepanikan: “Air Datang Seperti Tembok!”

Banjir bandang itu dipicu hujan ekstrem yang mengguyur kawasan pegunungan selama dua hari. Tanah yang tak mampu lagi menahan air membuat sungai meluap dengan kecepatan mengerikan.

“Air datang seperti tembok, tinggi, kencang, dan menabrak rumah tanpa bisa dihentikan!” kata seorang warga yang masih terlihat shock.

Jeritan, suara barang pecah, gemuruh batu, dan teriakan meminta tolong terdengar bersahutan. Banyak warga hanya sempat membawa pakaian yang melekat di tubuh.

Rumah Wartawan Habis Diseret Arus

Rumah Banta Sulaiman Hilang Tanpa Sisa

Di antara kerusakan itu, rumah Banta Sulaiman, Wakil Ketua SWI Aceh Barat, hilang tanpa bekas. Rumah yang ditempatinya bersama keluarga—Rusli (50), Rosmania (40), dan Hayaton (20)—seluruhnya hanyut.

“Alhamdulillah kami selamat. Tapi rumah hanyut, hilang semua…” ucap Banta dengan suara bergetar.
“Kalau ditaksir, kerugiannya ratusan juta. Belum lagi kebun satu hektare… sekarang berubah jadi sungai baru.”

Lahan yang sebelumnya menjadi sumber nafkah keluarga kini hanya menyisakan alur sungai baru yang penuh material kayu dan batu.

Rumah Samsuardi Juga Musnah: “Yang Tersisa Hanya Baju di Badan”

Nasib serupa menimpa Samsuardi, wartawan Meuligoeberita.com sekaligus Humas SWI Aceh Barat. Rumah yang ditinggali bersama kedua orang tuanya—Basyah (49) dan Siti (40)—juga tersapu bersih.

“Selamat, tapi rumah hilang semua. Tidak ada yang bisa kami selamatkan.”

Keduanya kini berada di tenda pengungsian bersama ribuan orang lainnya yang mengalami nasib serupa.

Tenda Pengungsian Padat, Tangis Anak-Anak Pecah

Di tenda pengungsian, suasana penuh haru. Anak-anak menangis karena kedinginan. Lansia terbaring lemah. Ibu-ibu memeluk anaknya sambil memandangi ke arah desa mereka yang kini rata dengan tanah.

“Tidak ada selimut. Alas seadanya. Banyak yang tidak makan sejak pagi,” ungkap relawan setempat.

Dapur umum darurat dibuat seadanya. Warga saling berbagi makanan yang mulai menipis. Sementara itu, kondisi cuaca masih tidak bersahabat.

Akses Putus Total, Bantuan Terlambat Sampai

Jembatan penghubung antara desa-desa putus total. Ruas jalan di sekitar sungai hanyut hingga tak lagi terlihat bentuknya. Alat berat kesulitan masuk karena tanah labil dan tertutup longsor.

Listrik padam. Jaringan telekomunikasi hampir tak berfungsi. Sejumlah desa bahkan terisolasi total.

“Kami sedang berupaya membuka jalan. Cuaca buruk jadi hambatan utama,” ujar seorang petugas BPBD yang berada di lokasi.

Korban Meminta Pemerintah Bertindak Cepat

Para korban berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan nyata—bukan sekadar pendataan.

“Kami butuh tempat tinggal sementara, makanan, obat, pakaian—kami kehilangan semuanya,” tegas Banta Sulaiman.

Samsuardi meminta pemerintah melakukan pendataan detail terhadap warga yang rumahnya hilang:
“Banyak warga tidak punya apa-apa lagi. Tolong segera data, bantu kami bangkit kembali.”

Salah Satu Bencana Terbesar di Nagan Raya 2025

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun di beberapa titik dan petugas bersama relawan terus berjuang menembus lokasi yang terisolasi. Banjir bandang ini disebut sebagai salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Nagan Raya dalam satu dekade terakhir.

Beutong Ateuh Banggalang kini berubah menjadi hamparan lumpur dan puing. Dan bagi banyak warga, terutama para korban yang kehilangan rumah, perjuangan baru saja dimulai. Ady Gegoyong

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Babinsa Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling
TNI Masuk Sekolah, Perkuat Karakter dan Tanamkan Disiplin
Wujud Nyata Sinergi TNI dan Lintas Sektoral, Kodim 1310/Bitung Apel Bersama Pencanangan Gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Minut
Pastikan Survey Lahan Berjalan Aman, Danramil 05 Kauditan Kawal Pengukuran Lokasi KDKMP
Akta Hibah Dan Luasan Tanah SMKN 1 Simpang Kanan Diduga Sarat Manipulasi?
Polres Simalungun Borong Tiga Penghargaan di KPPN Pematangsiantar, Bukti Pengelolaan Anggaran Makin Profesional
Profesional! Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Ungkap Detail Laka Beruntun 5 Kendaraan, 1 Tewas
Dugaan Penipuan Tanah Lansia, Sidang Gugatan Diundur, Tergugat Utama Absen : Keluarga Sapon Menuntut Keadilan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:31 WIB

Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Babinsa Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling

Senin, 9 Februari 2026 - 18:29 WIB

TNI Masuk Sekolah, Perkuat Karakter dan Tanamkan Disiplin

Senin, 9 Februari 2026 - 18:22 WIB

Wujud Nyata Sinergi TNI dan Lintas Sektoral, Kodim 1310/Bitung Apel Bersama Pencanangan Gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Minut

Senin, 9 Februari 2026 - 18:17 WIB

Pastikan Survey Lahan Berjalan Aman, Danramil 05 Kauditan Kawal Pengukuran Lokasi KDKMP

Senin, 9 Februari 2026 - 18:17 WIB

Akta Hibah Dan Luasan Tanah SMKN 1 Simpang Kanan Diduga Sarat Manipulasi?

Senin, 9 Februari 2026 - 18:09 WIB

Profesional! Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Ungkap Detail Laka Beruntun 5 Kendaraan, 1 Tewas

Senin, 9 Februari 2026 - 18:03 WIB

Dugaan Penipuan Tanah Lansia, Sidang Gugatan Diundur, Tergugat Utama Absen : Keluarga Sapon Menuntut Keadilan

Senin, 9 Februari 2026 - 17:58 WIB

Wong Felung Mencabut Kuasa Laporan Polisi, Kasus Sewa SCAFFOLDING Akan Ditangani Oleh Kuasa Hukum Keluarga

Berita Terbaru

HEADLINE

TNI Masuk Sekolah, Perkuat Karakter dan Tanamkan Disiplin

Senin, 9 Feb 2026 - 18:29 WIB