Pakpak Bharat, AgaraNews .com // Pascabencana longsor yang melanda wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, aparat TNI terus bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Senin (1/12/2025), Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu melakukan pengecekan harga beras di kios sembako UD Robin Manik, Desa Salak II, Kecamatan Salak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan utama warga tetap tersedia tanpa lonjakan harga yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Sertu S. Boangmanalu berbincang langsung dengan pemilik kios, Robin Manik. Pedagang menjelaskan bahwa stok beras di kiosnya masih dalam kondisi aman. Harga beras juga disebut tetap stabil: beras jenis Kuku Balam berada di kisaran Rp 85.000 per goni isi 5 kilogram, beras Serang Rp 90.000 per 5 kilogram, sementara beras Bulog SPHP dijual Rp 60.000 per 5 kilogram. Kondisi ini menunjukkan distribusi pangan pascabencana tidak terganggu secara signifikan.
Danramil 07/Salak, Kapten Inf A. Sagala, menegaskan bahwa kehadiran aparat teritorial merupakan bagian dari upaya memperkuat pemulihan ekonomi warga pascabencana longsor. Menurutnya, TNI tidak hanya hadir dalam penanganan fisik bencana, tetapi juga memantau aspek sosial-ekonomi masyarakat. “Upaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat dilakukan aparat teritorial supaya gejolak harga dan kepanikan tidak terjadi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sertu S. Boangmanalu menyasar beberapa kios di Kota Salak, termasuk UD Robin Manik, untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai situasi pasar. Ia menanyakan perkembangan stok dan dinamika harga sejak bencana melanda beberapa daerah. Menurut Robin Manik, distribusi dari pemasok berjalan normal, sehingga tidak ada indikasi keterlambatan atau kelangkaan yang berpotensi membebani masyarakat.
Selain pengecekan harga, Babinsa turut mengimbau pedagang agar tidak melakukan penimbunan bahan pangan serta menjaga transparansi penjualan. Pendekatan humanis ini menjadi ciri khas TNI dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat. “Kami hadir memastikan rakyat tetap tenang dan kebutuhan pokok tidak terganggu,” tutur Sertu S. Boangmanalu. Upaya preventif tersebut diharapkan mampu mencegah spekulasi harga dan menjaga roda ekonomi Pakpak Bharat tetap bergerak.(Lia Hambali)
(Prajurit Pena)


































