Tanjungbalai,Agara News.Com //
MUI Kota Tanjungbalai akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII pada 6-7 Desember 2025 nanti di Pendopo Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai. Pemilihan ketua umum dan pergantian kepengurusan pusat MUI jadi agenda utama Musda tersebut.
Selain itu, pemilihan ketum MUI ini berbeda dengan pemilihan politik seperti pada umumnya, Dimana dalam pemilihan tersebut selain daripada peraturan pedoman pemilihan MUI, juga adab keulamaan yang harus dijunjung tinggi.
Sampai sekarang belum ketahuan siapa calon ketua MUI yang akan diusung untuk didukung. akan tetapi Musda MUI kali ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan tokoh dan masyarakat yang ada di kota Tanjungbalai. dimana masyarakat berharap dimana ketua MUI yang akan dipilih dan didukung berdasarkan pertimbangan kapasitas keilmuan, pengalaman kepemimpinan, serta kontribusinya terhadap Agama Islam serta semangatnya dalam penguatan pengkaderan Generasi muda umat Islam. dan diantara tanggapan para tokoh-tokoh masyarakat Islam, yang dianggap pantas dan layak untuk memimpin MUI Kota Tanjungbalai masih Ustadz H. Hajarul Aswadi,SPdI dikarenakan secara Sanad keilmuan yang jelas, dan yang terutama hampir seluruh para ulama, Ustadz-ustadz atau pendakwah yang ada di kota Tanjungbalai berguru kepadanya sebagai murid-muridnya atau paling tidak tempat mereka mencari jawaban terkait perihal masalah atau problematika keagamaan dikota Tanjungbalai, maka secara Adab keilmuan ran keulamaan sudah sepantasnya H. Hajarul Aswadi,SPdI atau yang sering dipanggil Muallim itu kembali memimpin MUI Kota Tanjungbalai kembali.
Muallim H. Hajarul Aswadi,SPdI juga dikenal aktif dalam berbagai Forum Keagamaan kajian kitab-kitab klasik, kitab kuning yang diajarkannya. dan dikenal juga memiliki karakter yang sederhana terbuka dan dekat dengan umat islam.
Dukungan berbagai Elemen umat Islam, para Tokoh umat islam dan Masyarakat menjadi modal penting, namun keputusan akhir tetap berada pada mekanisme Internal MUI sesuai aturan Organisasi. namun harapan beberapa tokoh dan Masyarakat Islam kota Tanjungbalai agar proses pemilihan Ketua MUI Kota Tanjungbalai yang dijadwalkan berlangsung 6-7 Desember 2025 tersebut dijauhkan dari Unsur-unsur Politik yang tidak sehat, dan jika ini terjadi maka dikhawatirkan ketua MUI yang baru terpilih akan mengalami cacat dalam beragama, dan tidak akan baik bagi Majelis Ulama kedepannya.
(Laporan: Sofyan Parinduri BA-Kabiro)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
































