Aceh Tamiang, AgaraNews.com // Pemerintah Aceh Tamiang dan tim gabungan terus bekerja keras menangani bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir, dengan 284.072 jiwa mengungsi dan 17.242 jiwa tidak mengungsi.
Korban luka-luka berjumlah 3 jiwa, sementara 42 jiwa meninggal dunia. Rumah rusak mencapai 2.596 unit, dengan 43 unit rusak berat. Sarana pendidikan rusak sebanyak 54 unit, dengan 3 unit rusak berat. Sarana kesehatan rusak 1 unit, sementara sarana ibadah rusak 32 unit, dengan 2 unit rusak berat.
Tim gabungan, termasuk TNI, Polri, dan relawan, terus bekerja untuk membersihkan akses jalan yang terputus akibat longsor. Empat titik longsor berhasil dibersihkan, dan alat berat tambahan dikerahkan untuk mempercepat pembukaan seluruh titik yang tersisa.
Pemerintah juga terus mendistribusikan bantuan logistik ke daerah-daerah terdampak. Pada hari ini, beberapa pesawat dan helikopter telah melakukan pengiriman bantuan, termasuk beras, mie instan, air mineral, dan obat-obatan.
Dinsos juga telah menambah tenaga bongkar muat di posko Lanud sebanyak 30 orang untuk mempercepat distribusi bantuan. BNPB juga mendukung penuh upaya percepatan ini demi pemulihan aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Data Bantuan Logistik yang Telah Dikirim :
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
– Beras: 18 ton akan berangkat ke Tamiang besok melalui Lampulo dengan KM
– Beras 15 ton dari BNPB berangkat ke Bireun melalui pelabuhan Ule Lheu siang pukul 11.00 WIB
– Mie instan, air mineral, biskuit, roti, susu, dan pop mie telah dikirim ke beberapa daerah terdampak
Upaya Pencegahan dan Penanganan Bencana :
– Pemasangan alat komunikasi repeater oleh ORARI dan RAPI untuk membantu komunikasi di daerah Tamiang yang terputus
– Pembuatan jembatan billy di Teupin Mane Takengon-Bireun progres sudah 50% dan akan bisa digunakan 2 hari kedepan
– Dinsos dimohon untuk membantu bahan pangan untuk dapur umum petugas posko Lanud
Pemerintah dan tim gabungan terus bekerja keras untuk menangani bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Semoga upaya ini dapat membantu masyarakat terdampak dan mempercepat pemulihan wilayah. ( Lia Hambali)
































