Polres Aceh Tenggara Dirikan Pos Tenda di Desa Simpur: Tempat Berlindung Warga Terdampak Banjir dan Pelintas Menuju Gayo Lues

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:23 WIB

50213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kutacane, Agaranews com// Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Aceh Tenggara beberapa hari terakhir kembali memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah jalur Ketambe–Gayo Lues, yang sempat terputus akibat material lumpur dan kayu menutupi badan jalan. Kondisi ini membuat banyak warga terjebak di tengah perjalanan, tak bisa kembali, tetapi juga tak dapat melanjutkan perjalanan.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian itu, Polres Aceh Tenggara bergerak cepat. Pada Jumat (05/12/2025), sebuah pos tenda darurat didirikan di Desa Simpur, Kecamatan Ketambe, sebagai tempat aman bagi masyarakat terdampak maupun para pelintas yang membutuhkan tempat untuk berteduh, beristirahat, dan mendapatkan informasi terkini terkait kondisi jalan.Begitu tenda besar berwarna cerah itu berdiri, suasana desa yang sehari sebelumnya tampak murung perlahan kembali hidup. Satu per satu warga yang terjebak di perjalanan mulai berdatangan. Ada yang membawa keluarga, ada pula pengendara yang telah berjam-jam menunggu jalan terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam tenda, personel Polres Aceh Tenggara menyediakan air minum, makanan ringan, selimut, dan tempat duduk yang memadai. Mereka juga memasang lampu penerangan sehingga warga yang singgah di malam hari tetap merasa aman.Di sisi tenda, tampak petugas mengatur arus kendaraan dan memberikan arahan kepada warga mengenai jalur alternatif yang bisa dilewati. Meski banyak titik masih rawan longsor, kehadiran polisi memberikan rasa aman tersendiri bagi masyarakat.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, melalui Kasi Humas AKP Jomson Silalahi, menyampaikan bahwa pendirian pos tenda ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terutama ketika bencana melanda.

Pos tenda ini kami dirikan agar masyarakat yang terjebak atau membutuhkan tempat singgah dapat beristirahat dengan aman. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga yang terdampak memperoleh bantuan yang cepat dan tepat,” tegas AKP Jomson.Ia menambahkan, personel yang bertugas juga diarahkan untuk selalu sigap memberikan pertolongan, mulai dari mengecek kondisi kesehatan warga, memantau perkembangan situasi, hingga menyiapkan langkah-langkah antisipatif bila kondisi cuaca kembali memburuk.

Banyak warga mengaku lega dengan hadirnya pos persinggahan tersebut. Mereka yang sebelumnya panik karena tidak tahu harus berteduh di mana kini bisa beristirahat sambil menunggu akses jalan kembali pulih.

Seorang warga asal Gayo Lues yang terjebak di perjalanan mengatakan bahwa pos ini sangat membantu.

“Kami sudah hampir tiga jam terjebak di jalan. Hujan deras, listrik padam, dan jalan tertutup lumpur. Begitu melihat ada pos polisi, rasanya aman. Kalau tidak ada ini, kami tidak tahu mau berlindung di mana,” ujarnya.

Para ibu yang membawa anak-anak juga tampak lebih tenang. Anak-anak bisa duduk dan menghangatkan diri di dalam tenda, jauh lebih aman dibanding berada di pinggir jalan yang rawan longsor.

Kondisi jalan perlahan mulai dinormalkan dengan pembersihan material oleh petugas gabungan. Namun, karena cuaca masih tidak stabil, Polres Aceh Tenggara memutuskan tetap mempertahankan pos tenda hingga situasi benar-benar aman bagi masyarakat.

Banyak warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mempercepat penanganan jalan lintas Aceh Tenggara–Gayo Lues mengingat jalur tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Di tengah situasi sulit ini, langkah cepat Polres Aceh Tenggara mendirikan pos tenda tidak hanya memberikan tempat bernapas bagi warga yang terdampak banjir, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan perlindungan yang sangat dibutuhkan.

Aksi kemanusiaan ini kembali menegaskan bahwa Polri hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi sandaran masyarakat ketika bencana datang tanpa dinanti. (Ady)

Berita Terkait

Kapolda Aceh Pimpin Upacara di Kutacane, Gaungkan “Sepakat Segenep” untuk Bangkitkan Aceh Tenggara
Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
Babinsa Gotong Royong Renovasi Masjid, Wujudkan Tempat Ibadah yang Nyaman
Perkuat Solidaritas Prajurit, Dandim 0209/Labuhanbatu Laksanakan Silaturahmi ke Jajaran Koramil
Dandim 0116 Nagan Raya Pimpin Upacara 17-an Dilanjutkan Jam Komandan
Babinsa Koramil 08/RP Hadiri Musrenbang dan Remuk Stunting Kelurahan Urung Kompas
Babinsa Koramil 09/NL Hadiri Musdes RKPD dan Penanganan Stunting TA 2026 di Desa Pangkatan  
Babinsa Koramil 02/TL hadiri acara Musrenbang Desa Teluk Pulai Dalam.  

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 18:05 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Upacara di Kutacane, Gaungkan “Sepakat Segenep” untuk Bangkitkan Aceh Tenggara

Senin, 19 Januari 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

Senin, 19 Januari 2026 - 14:01 WIB

Babinsa Gotong Royong Renovasi Masjid, Wujudkan Tempat Ibadah yang Nyaman

Senin, 19 Januari 2026 - 13:57 WIB

Perkuat Solidaritas Prajurit, Dandim 0209/Labuhanbatu Laksanakan Silaturahmi ke Jajaran Koramil

Senin, 19 Januari 2026 - 13:46 WIB

Dandim 0116 Nagan Raya Pimpin Upacara 17-an Dilanjutkan Jam Komandan

Senin, 19 Januari 2026 - 13:41 WIB

Babinsa Koramil 09/NL Hadiri Musdes RKPD dan Penanganan Stunting TA 2026 di Desa Pangkatan  

Senin, 19 Januari 2026 - 13:37 WIB

Babinsa Koramil 02/TL hadiri acara Musrenbang Desa Teluk Pulai Dalam.  

Senin, 19 Januari 2026 - 13:33 WIB

Patroli Preventif TNI–Ormas, Kodim 0209/Labuhanbatu Jaga Kondusifitas Panai Hilir

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Dandim 0116 Nagan Raya Pimpin Upacara 17-an Dilanjutkan Jam Komandan

Senin, 19 Jan 2026 - 13:46 WIB