KUTACANE — agaranews.com// Di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang melanda wilayah Ketambe, aksi kemanusiaan datang dari berbagai arah. dr. Irawati, istri Wakil Bupati Aceh Tenggara dr. Heri Al-Hilal, turun langsung ke Desa Rumah Bundar untuk mengantarkan bantuan bagi warga terdampak.
Namun, setibanya di lokasi, rombongan tidak hanya menyerahkan bantuan. Di sana, Polres Aceh Tenggara melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) tengah melaksanakan pelayanan pengobatan bagi masyarakat pascabanjir. Suasana penuh kepedulian itu pun berubah menjadi momen kolaborasi kemanusiaan yang menyentuh.
dr. Irawati yang berprofesi sebagai tenaga medis langsung bergabung membantu proses pelayanan kesehatan. Ia bahkan bertemu dengan dr. Eva, sesama dokter yang tengah bertugas di lokasi. Tanpa sekat formalitas, keduanya langsung bekerja berdampingan melayani warga yang membutuhkan pengobatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meronta jiwa dokter kami,” ujar salah seorang relawan sambil tersenyum, menggambarkan panggilan nurani yang tak bisa ditahan ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan.
Kehadiran dr. Irawati yang tidak hanya datang sebagai istri Wakil Bupati, tetapi juga sebagai seorang dokter, memberikan kesan mendalam bagi masyarakat. Warga merasa diperhatikan dan dikuatkan, bukan sekadar menerima bantuan logistik, tetapi juga sentuhan langsung pelayanan kesehatan.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Polres Aceh Tenggara ini menjadi potret nyata gotong royong dalam penanganan bencana. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur dan logistik, tetapi juga soal empati, kehadiran, dan kepedulian.
Di tengah keterbatasan pascabanjir, kehadiran figur publik yang turun langsung dan ikut bekerja di lapangan memberi harapan dan semangat baru bagi warga Desa Rumah Bundar untuk bangkit kembali. Ady Gegoyong


































