Aceh Tenggara — agaranews.com// Wakil Bupati Aceh Tenggara, dr. Heri Al Hilal, secara resmi membuka Seminar Hari Guru Nasional Tahun 2025, Jumat (19/12/2025), yang digelar di Aula Gedung Guru Dinas Pendidikan Aceh Tenggara. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran strategis guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa guru bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan penuntun, pemberi kekuatan, serta teladan moral bagi generasi bangsa. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi ekosistem pendidikan yang kuat antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
> “Pendidikan hanya akan maju jika seluruh elemen bergerak bersama. Kita harus bersatu memperkuat pendidikan, khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar dr. Heri Al Hilal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Wakil Bupati menekankan bahwa guru adalah pusat transformasi pendidikan, pembaharu di ruang kelas, pembangun karakter, serta penentu kualitas SDM Indonesia di masa depan. Ia menegaskan, tidak akan ada Indonesia yang kuat tanpa guru yang hebat.
> “Membangun infrastruktur hasilnya cepat terlihat karena berbentuk fisik. Namun menciptakan sumber daya manusia berkualitas adalah investasi jangka panjang yang lebih sulit, membutuhkan proses panjang, dan hasilnya tidak langsung terlihat. Karena SDM adalah jiwa bangsa,” tegasnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperjuangkan pemerataan kualitas pendidikan, terutama mengatasi kesenjangan pembelajaran antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil di Aceh Tenggara. Dengan pernyataan tersebut, ia secara resmi membuka kegiatan seminar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Julkifli, dalam sambutannya memaparkan perkembangan tindak lanjut program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2025 yang telah dilaksanakan di Aceh Tenggara.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi digital guru di tengah era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, penguasaan literasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.
> “Penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi bagian penting dalam transformasi pembelajaran agar guru mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap Julkifli.
Saat ini, sekitar 100 guru di Aceh Tenggara telah mengikuti pelatihan yang mencakup pengenalan dasar pemrograman (coding), penerapan awal AI dalam proses belajar mengajar, integrasi teknologi ke dalam kurikulum, hingga penerapan project-based learning. Para peserta berasal dari satuan pendidikan penerima BOS Kinerja.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari UIN Sumatera Utara dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk wilayah Aceh Tenggara, Kepala Kementerian Agama, Korwas, Pengawas Sekolah, para Kabid, Kasi, guru, serta staf Dinas Pendidikan.
Menutup rangkaian acara pembukaan, dilakukan penyerahan Buku Seminar berjudul “Pak Marmuj (Kisah Guru Inspiratif)” karya Prof. Dr. Mardianto, M.Pd, yang juga menjadi narasumber kegiatan. Buku tersebut diserahkan kepada Wakil Bupati Aceh Tenggara dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai simbol inspirasi dan penghargaan terhadap dedikasi guru.
Ady Gegoyong
































