Simalungun, AgaraNews.com // Minggu pagi yang cerah di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Bosar Maligas terasa lebih istimewa. Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi, SH, hadir di tengah-tengah jemaat untuk beribadah sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai ini bukan sekadar rutinitas pengamanan tempat ibadah. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata bahwa Polri selalu dekat dengan masyarakat, bahkan di saat-saat penuh kekhusyukan seperti ibadah Minggu.
“Kami hadir di sini untuk beribadah bersama, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat. Ini juga momentum yang baik untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat,” ujar Kapolsek Bosar Maligas saat dikonfirmasi pada Minggu sore, 4 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kehadiran Kapolsek beserta personilnya disambut hangat oleh sekitar 30 jemaat GKPI Bosar Maligas yang hadir pagi itu. Wajah-wajah ceria dan sapa hangat mengiringi kedatangan sosok berseragam khaki ini di halaman gereja yang terletak di Kelurahan Bosar Maligas, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Area parkir tampak ramai dengan sekitar 15 unit sepeda motor dan 3 unit mobil yang terparkir rapi. Suasana khidmat namun tetap penuh kehangatan khas persekutuan umat Kristen di hari Minggu.
Pendeta P. Manuring yang memimpin ibadah hari itu menyambut baik kehadiran Kapolsek. “Ini menunjukkan bahwa kepolisian kita benar-benar peduli dengan masyarakat. Tidak hanya soal keamanan, tapi juga ikut dalam kehidupan rohani kami,” ungkap sang pendeta dengan penuh apresiasi.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini, IPTU Sonni G Silalahi menyampaikan himbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaat yang hadir. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan waspada terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendirian, kami butuh mata dan telinga dari masyarakat. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkan,” ucap Kapolsek sambil memandang para jemaat yang mendengarkan dengan seksama.
Kapolsek juga menekankan bahwa kegiatan monitoring dan pengamanan tempat ibadah adalah bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagi IPTU Sonni G Silalahi, kegiatan ini bukan sekadar menjalankan tugas formal. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri itu dekat, Polri itu peduli. Kami tidak hanya hadir saat ada masalah, tapi juga dalam momen-momen kebersamaan seperti ini,” jelasnya dengan tulus.
Pendekatan humanis seperti inilah yang membuat hubungan Polri dengan masyarakat semakin solid. Jemaat yang awalnya mungkin segan atau takut berinteraksi dengan polisi, kini merasa lebih nyaman untuk menyapa, bertanya, bahkan menyampaikan keluhan atau informasi yang mereka miliki.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan hikmat. Para jemaat pun pulang dengan perasaan tenang, mengetahui bahwa ada pihak yang senantiasa menjaga keamanan mereka.
Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa slogan “Polri Promoter” bukan sekadar jargon. Melalui pendekatan-pendekatan kultural dan keagamaan, Polri terus berupaya membangun kepercayaan publik dan memperkuat sinergitas dengan masyarakat.
Dengan tetap mengikuti seluruh rangkaian ibadah dari awal hingga akhir, Kapolsek Bosar Maligas menunjukkan komitmen yang tulus dalam melayani dan melindungi masyarakat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual.(Lia Hambali)


































