KUTACANE — agaranews.com//
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tenggara, Yani Ahmad, SH., MM, bersama jajaran mendampingi kunjungan Tim Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Jumat (9/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan resmi Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tenggara terkait kerusakan sejumlah sarana dan prasarana TPA akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung akses jalan menuju TPA yang mengalami kerusakan parah, jembatan penghubung yang terputus, serta runtuhnya tembok dan pagar pengaman TPA akibat terjangan banjir. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat operasional pengelolaan sampah dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan lanjutan.
Kepala DLH Aceh Tenggara, Yani Ahmad, menyampaikan harapannya agar hasil peninjauan ini dapat menjadi dasar perhatian dan prioritas Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian PUPR, dalam membantu perbaikan infrastruktur TPA.
“Kami berharap akses jalan yang rusak berat, jembatan yang terputus, serta tembok dan pagar TPA yang runtuh dapat segera ditangani. Selain itu, penambahan sarana pendukung seperti alat berat, dump truck, dan fasilitas operasional lainnya sangat dibutuhkan agar pengelolaan TPA memenuhi standar kelayakan,” ujar Yani Ahmad.
Ia menegaskan bahwa TPA Lawe Serke merupakan satu-satunya TPA utama di Aceh Tenggara, sehingga keberlanjutan dan kelayakannya menjadi sangat krusial dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta pelayanan publik di bidang persampahan.
Sementara itu, Sekretaris DLH Aceh Tenggara, Sapta Marga, ST, menambahkan bahwa ke depan diperlukan fokus dan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam mendukung pengembangan dan penataan TPA Lawe Serke.
“Kami berharap pemerintah daerah dan provinsi lebih memfokuskan pengelolaan dan penguatan TPA di Desa Lawe Serke, karena lokasi ini sangat strategis dan vital bagi sistem pengelolaan sampah di Aceh Tenggara,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap adanya dukungan nyata dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, baik dalam bentuk rehabilitasi infrastruktur, peningkatan sarana-prasarana, maupun penguatan sistem pengelolaan TPA, sehingga dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan sesuai regulasi nasional. Ady Gegoyong

































