Dairi, AgaraNews .com // Suasana hangat terasa di Kelurahan Parongil, Kecamatan Silima Pungga Pungga, Kabupaten Dairi. Di halaman sebuah rumah sederhana, Serda H.K. Sipayung, Babinsa Koramil 03/Parongil, Kodim 0206/Dairi, terlihat membantu Ibu Rita Br. Simbolon yang tengah menjemur dan membelah pinang. Aktivitas sehari-hari warga ini seketika menjadi momen kebersamaan, ketika TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan penguat semangat masyarakat. Sabtu, 10 Januari 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Komunikasi Sosial (Komsos) Babinsa sebagai wujud pembinaan teritorial di wilayah binaannya. Melalui interaksi langsung dengan petani pinang, Babinsa berupaya mempererat hubungan TNI dan rakyat serta mendukung ketahanan pangan lokal. Pinang yang dijemur dan dibelah itu bukan sekadar komoditas, tetapi sumber penghidupan keluarga petani. Dengan terjun langsung membantu proses penjemuran, Serda H.K. Sipayung ingin menumbuhkan motivasi agar warga semakin giat mengolah hasil kebun untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dialog yang berlangsung akrab, Ibu Rita Br. Simbolon menyampaikan bahwa harga pinang belah dan kering saat ini berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Meski belum terlalu tinggi, nilai tersebut tetap menjadi harapan bagi para petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran Babinsa menurutnya memberi semangat tersendiri, karena mereka merasa diperhatikan dan didampingi dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan.
Selain membantu pekerjaan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif. Babinsa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal warga lebih dekat, mendengarkan keluhan petani, sekaligus memantau situasi wilayah agar tetap kondusif. Edukasi ringan mengenai pengelolaan hasil panen dan potensi nilai jual pinang turut disampaikan, mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas pertaniannya.
Danramil 03/Parongil, Kapten Inf Hernandez, menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan di awal 2026 di berbagai wilayah sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat pedesaan. Sentuhan sederhana Babinsa melalui bantuan menjemur pinang telah menjadi jembatan kedekatan TNI dan rakyat—menghadirkan rasa aman, harapan, dan kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya kesejahteraan di tingkat akar rumput.(Lia Hambali)
(Prajurit Pena)


































