Ketenangan Berganti Kegelisahan Karena Adanya Rencana Pembangunan (PLTP) Di Kaki Gunung Gede Pangrango

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:44 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Cianjur – Minggu, 11 Januari 2026, AgaraNews.com // Pagi di Desa Cipendawa selalu dimulai dengan suara air. Mengalir dari sela-sela bebatuan di kaki Gunung Gede–Pangrango, air itu menghidupi sawah, kebun, dan dapur-dapur warga. Bagi para petani di desa ini, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penanda hidup yang diwariskan turun-temurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, belakangan, ketenangan itu digantikan kegelisahan. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geotermal di kawasan Gunung Gede–Pangrango membuat warga bertanya-tanya: sampai kapan mata air ini akan tetap mengalir?

Kegelisahan itu mengemuka saat rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia singgah di Cipendawa. Kunjungan tersebut terjadi secara insidental, seusai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menghadiri Kongres Daerah (Kongresda) I MIO Indonesia Pengurus Daerah Jakarta Timur. Seusai agenda organisasi, rombongan menyempatkan diri menyapa warga dan petani setempat.

Dipimpin AYS Prayogie, rombongan yang juga diikuti Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Ricardo, serta Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali, awalnya ingin melihat langsung kondisi pertanian warga. Namun, obrolan sederhana di pematang sawah berubah menjadi ruang curahan hati.

Seorang petani paruh baya menunjuk aliran air kecil di tepi ladangnya.

“Dari sinilah kami hidup,” katanya lirih. Ia khawatir pengeboran panas bumi akan mengubah aliran air yang selama ini tak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

Bagi warga Cipendawa, Gunung Gede Pangrango bukan hanya lanskap indah atau kawasan konservasi. Gunung itu adalah penyangga kehidupan—tempat air disimpan, tanah dijaga, dan hasil panen dititipkan pada keseimbangan alam. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Aktivitas eksplorasi geothermal dikhawatirkan memicu penurunan debit mata air, merusak lahan pertanian, hingga meningkatkan risiko longsor di wilayah yang dikenal rawan bencana.

Di antara para petani, kegelisahan juga dirasakan para ibu rumah tangga. Air bersih yang selama ini mengalir ke rumah-rumah menjadi penopang kebutuhan harian. “Kalau air berkurang, kami mau ambil dari mana?” ujar seorang warga.

Mendengar cerita-cerita itu, AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan, termasuk energi terbarukan, tidak boleh berjalan dengan mengabaikan suara warga. Menurut dia, keberlanjutan sejati hanya dapat terwujud jika lingkungan dan ruang hidup masyarakat tetap terlindungi.

“Energi bersih seharusnya membawa harapan, bukan ketakutan. Jika rakyat merasa terancam, maka ada yang perlu ditinjau ulang,” ujarnya.

Warga Cipendawa kini memilih menjaga apa yang mereka miliki: air, tanah, dan gunung.

Bersama jaringan masyarakat di Cianjur, mereka menyuarakan penolakan terhadap proyek geotermal dan meminta pemerintah membuka ruang dialog serta kajian lingkungan secara transparan.

Bagi mereka, perjuangan ini bukan tentang menolak kemajuan, melainkan tentang mempertahankan kehidupan.

Di kaki Gunung Gede Pangrango, air yang terus mengalir menjadi pengingat bahwa alam dan manusia terikat dalam satu napas yang sama.(Lia Hambali)

Penulis : Solihin
Editor : Bang Edo

Sumber :
Humas MIO Indonesia
PW Provinsi DKI Jakarta

Reporter : Redaksi Pusat

Berita Terkait

Hadir Di Tengah Umat, Danramil 11/KP Ikuti Pelepasan Jemaah Haji Labusel 1447 H
Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 02/TL Turun Langsung Dampingi Petani
Koramil 09/NL Amankan Tabligh Akbar Bilah Hilir Bertaqwa, Perkuat Persatuan dan Nilai Keagamaan
TNI Hadir di Tengah Umat, Koramil 12/LP Ikuti Pelepasan Jemaah Haji Sungai Kanan
Koramil 11/KP Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional, Perkuat Sinergi dan Harmoni Industrial di Kotapinang
Sinergi Koramil 03/SB Amankan Tabligh Akbar, Wujudkan Panai Hilir Religius dan Aman
Koramil 11/KP Hadiri Penyerahan Bantuan Korban Angin Kencang, Wujud Kepedulian dan Sinergi di Kotapinang
IPDA Alek Ari Sandi Sidabutar Buktikan Taji Kanit I Narkoba — Pimpin Langsung Penggerebekan Malam, Tiga Tersangka Sabu Diringkus, Pemasok Bernama Rizal Diburu

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:04 WIB

Hadir Di Tengah Umat, Danramil 11/KP Ikuti Pelepasan Jemaah Haji Labusel 1447 H

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:01 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 02/TL Turun Langsung Dampingi Petani

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:57 WIB

Koramil 09/NL Amankan Tabligh Akbar Bilah Hilir Bertaqwa, Perkuat Persatuan dan Nilai Keagamaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:53 WIB

TNI Hadir di Tengah Umat, Koramil 12/LP Ikuti Pelepasan Jemaah Haji Sungai Kanan

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:50 WIB

Koramil 11/KP Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional, Perkuat Sinergi dan Harmoni Industrial di Kotapinang

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:43 WIB

Koramil 11/KP Hadiri Penyerahan Bantuan Korban Angin Kencang, Wujud Kepedulian dan Sinergi di Kotapinang

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:37 WIB

IPDA Alek Ari Sandi Sidabutar Buktikan Taji Kanit I Narkoba — Pimpin Langsung Penggerebekan Malam, Tiga Tersangka Sabu Diringkus, Pemasok Bernama Rizal Diburu

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:30 WIB

Polres Simalungun Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Dukung Kesejahteraan Pekerja

Berita Terbaru