Medan, AgaraNews.Com// Babinsa Koramil 0201-16/TM Serka Mhd Eba Zulpikar menghadiri kegiatan pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tingkat Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai wujud peran aktif TNI dalam mendukung stabilitas serta kelancaran demokrasi di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Babinsa bertujuan memastikan proses pembentukan panitia berjalan aman, jujur, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, Babinsa juga berperan dalam mengantisipasi potensi gesekan antarwarga serta membantu memediasi apabila terjadi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa turut mendorong partisipasi aktif warga, memberikan pemahaman tentang pentingnya demokrasi yang damai, aman, dan lancar, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan unsur keamanan.
Serka Mhd Eba Zulpikar menyampaikan bahwa peran Babinsa dalam pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) meliputi pengamanan dan penjagaan stabilitas agar rapat pembentukan panitia berjalan tertib, aman, dan terkendali, sehingga dapat mencegah terjadinya konflik maupun gesekan antarwarga.
“Sosialisasi dan mediasi juga menjadi bagian penting. Kami memberikan pemahaman kepada warga tentang Pilkades sebagai pesta demokrasi yang harus berlangsung aman, damai, dan adil, serta memediasi perbedaan pandangan antarpendukung calon kepala desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Babinsa selalu berkoordinasi dengan perangkat desa, BPD, kepala desa, serta Forkopimcam untuk memastikan seluruh tahapan persiapan Pilkades, termasuk pembentukan panitia, berjalan sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat dan sentimen pemilih akibat kedekatan emosional antarcalon, Babinsa dilibatkan untuk menjaga stabilitas serta sinergi keamanan desa dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan dukungan Babinsa, diharapkan seluruh rangkaian Pilkades di Desa Lengau Seprang dapat berlangsung aman, jujur, adil, dan damai, mulai dari tahap pembentukan panitia hingga pelaksanaan pencoblosan. (Fahmi/Lia Hambali)


































