Catatan, AgaraNews.com // TNI AD telah menjadi simbol pengorbanan dan dedikasi bagi bangsa Indonesia. Salah satu contoh yang paling menyentuh adalah terjadi Tsunami di Aceh pada tahun 2024 silam , TNI AD menjadi garda terdepan dalam membantu evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban bencana.
Di tengah-tengah kehancuran dan kesedihan, prajurit TNI AD bekerja keras tanpa lelah untuk menyelamatkan nyawa. Mereka berlari di antara puing-puing bangunan, mencari korban yang terjebak, dan memberikan bantuan kepada mereka yang terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kisah yang paling mengharukan adalah tentang Letnan Kolonel (Purn) Achmad Rizal. Pada saat itu, ia menjadi komandan tim SAR (Search and Rescue) yang dikirim ke Aceh. Dalam sebuah operasi penyelamatan, timnya menemukan seorang bayi yang masih hidup di bawah puing-puing bangunan. Bayi itu hanya berusia beberapa bulan dan telah terpisah dari ibunya.
Letnan Kolonel Rizal dan timnya bekerja keras untuk menyelamatkan bayi itu. Mereka harus berhati-hati karena puing-puing bangunan bisa runtuh kapan saja. Setelah beberapa jam, mereka akhirnya berhasil mengeluarkan bayi itu dari puing-puing. Bayi itu menangis keras, dan Letnan Kolonel Rizal langsung mengambilnya dan memeluknya erat.
“Dia seperti anak saya sendiri,” kata Letnan Kolonel Rizal dalam sebuah wawancara. “Saya tidak bisa membayangkan jika saya kehilangan anak saya sendiri. Saya harus menyelamatkannya.”
Kisah ini hanya salah satu contoh dari banyak pengorbanan yang dilakukan oleh TNI AD dalam membantu masyarakat. Mereka tidak hanya berjuang di medan perang, tetapi juga di medan bencana, dengan satu tujuan : menyelamatkan nyawa dan membantu mereka yang membutuhkan.
Pengorbanan TNI AD tidak akan pernah dilupakan. Mereka adalah pahlawan sejati yang berjuang untuk bangsa dan negara.(Lia Hambali)

































