GAYO LUES — Di tengah tantangan berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, penghargaan diberikan kepada sosok-sosok yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu sesama. Senin pagi, 16 Februari 2026, menjadi momen bersejarah bagi ratusan personel Polres Gayo Lues yang menerima apresiasi atas kontribusi mereka dalam tugas-tugas kemanusiaan di tengah bencana yang meluluhlantakkan infrastruktur, memutus akses jalan, dan merusak pemukiman warga.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., memimpin langsung upacara penyerahan penghargaan yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Gayo Lues pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dalam suasana tertib dan penuh penghormatan. Upacara ini merupakan bentuk nyata apresiasi institusi kepada para personel yang tidak hanya melaksanakan tugas berdasarkan mandat resmi, tetapi juga menyalurkan empati dalam kerja-kerja kemanusiaan yang menuntut keikhlasan, keberanian, dan ketangguhan di medan sulit.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres turut didampingi oleh Perwira Upacara AKP Jonnedy dan Komandan Upacara Ipda Nario Susilo, S.H. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tamu undangan, meliputi Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati H. Maliki, S.E., MAP., Ketua DPRK H. Ali Husin, serta unsur TNI, Kejaksaan, Mahkamah Syar’iyah, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB, Dr. Kheiriawan, M.M., dan Staf Ahli Pusdiklat BNPB Mayjen TNI (Purn) Bambang Eko Pratolo, S.E., M.Tr (Han).
Di antara undangan lainnya, tampak pula Wakapolres Gayo Lues Kompol Edy Yaksa, Danyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh Kompol Zulfikar, para Kapolsek jajaran, pejabat utama Polres Gayo Lues, perwakilan instansi lintas sektor, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media yang turut serta dalam peliputan selama masa penanganan bencana.
Sebanyak tujuh peleton mengikuti jalannya upacara, mewakili berbagai satuan di lingkungan Polres, termasuk peleton Brimob Batalyon D Polda Aceh, Samapta, Lantas, Staf, Bhabinkamtibmas, Intelkam, serta gabungan dari Satuan Reskrim dan Narkoba.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini dilandasi Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pemberian Penghargaan. Proses penilaiannya pun dilaksanakan dengan menjunjung asas legalitas, objektivitas, keterbukaan, keteladanan, dan proporsionalitas, sehingga setiap piagam yang diberikan mencerminkan kontribusi nyata personel di lapangan.
Secara keseluruhan, sebanyak 191 personel diberikan penghargaan atas keterlibatan langsung dalam penanganan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Mereka adalah individu dan tim yang telah mengevakuasi korban, mengakses daerah terisolir, menyalurkan bantuan, dan membangun kembali jembatan harapan di tengah keterbatasan logistik. Sebagian lainnya turut serta dalam aksi gotong royong membersihkan rumah dan sekolah, menyalurkan logistik menggunakan motor trail, serta membuka jalur alternatif menuju desa-desa yang sempat terputus aksesnya.
Kapolres juga merinci beberapa kegiatan dengan kontribusi yang signifikan. Sebanyak 22 personel berperan aktif dalam pembangunan jembatan gantung di Desa Singah Mulo dan Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung; 29 personel terlibat dalam perbaikan jembatan darurat di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib; dan 16 personel membangun kembali jembatan gantung di Desa Agusen. Di sisi lain, 7 personel mendapat penghargaan atas keterlibatan dalam kegiatan sosial membersihkan sekolah dan rumah warga di Kecamatan Pining, serta 10 personel lainnya berhasil menyalurkan bantuan logistik ke daerah yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua di medan ekstrem.
Tidak hanya itu, pengakuan juga diberikan atas kepiawaian 18 personel dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana di tengah masa krisis. Sementara itu, dua personel diberikan penghargaan atas pembangunan jembatan darurat di Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, dan satu anggota lainnya atas evakuasi warga sakit pada masa rawan bencana di Desa Ramung Musara, sebuah tindakan tepat waktu yang menjadi penyelamat nyawa.
Kapolres juga menganugerahkan penghargaan kepada pihak eksternal yang turut memberi kontribusi bagi penanganan bencana. Dalam kategori teknis infrastruktur, piagam diberikan kepada Irvan Syahputra, S.T., dari PPK 3.4 Provinsi Aceh, atas perannya dalam percepatan perbaikan jalan. Di sisi lain, penghargaan kategori media diberikan kepada Bulkainisah, S.P., kontributor Metro TV, bersama empat rekan jurnalis lainnya yang dinilai berperan penting dalam memberitakan kondisi lapangan secara konstruktif dan faktual.
Dalam penekanan di akhir amanatnya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk senantiasa menjaga nilai-nilai profesionalitas, empati, dan integritas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa sinergi, soliditas, dan rasa tanggung jawab kolektif merupakan kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi rawan dan mendesak.
Menurut Kapolres, penghargaan ini bukanlah suatu tujuan akhir, melainkan wujud kepercayaan dan penghormatan atas tanggung jawab yang telah dijalankan. Ia berharap, motivasi dan semangat positif para personel akan terus menyala dalam setiap langkah pengabdian di tengah masyarakat. “Karena sejatinya, tugas-tugas kita bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kehidupan dan harapan masyarakat. Di sanalah nilai-nilai pengabdian Polri menemukan makna yang sejati,” pungkasnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas pemberian penghargaan sekaligus peneguhan komitmen untuk terus hadir bersama warga, terlebih pada saat bencana dan masa-masa sulit. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara aman, tertib, dan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam akan pentingnya pelayanan berbasis kemanusiaan dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia. (Abdiansyah)

































