Bandung, Agaranews – Dugaan Proyek PDAM Tirta Wening di Jalan Cibaduyut Kota Bandung Dikerjakan Asal-asalan, Warga Minta Evaluasi dan Pemeriksaan
PDAM Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, proyek pekerjaan yang berlokasi di Jalan Cibaduyut, Bandung diduga dikerjakan secara asal-asalan dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat serta para pengguna jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan langsung tim media di lapangan, bekas galian proyek PDAM terlihat tidak diperbaiki secara maksimal.
Aspal yang sebelumnya dibongkar untuk keperluan pekerjaan pipa air hanya ditimbun kembali tanpa proses pengaspalan ulang yang layak.
Akibatnya, kondisi jalan menjadi berlubang dan tidak rata.
Saat hujan turun, genangan air tampak mengisi lubang-lubang bekas galian tersebut. Kondisi ini dinilai membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor.
Beberapa pengguna jalan dilaporkan hampir terjatuh, bahkan ada yang mengalami kecelakaan ringan akibat tidak melihat lubang yang tertutup genangan air.
Warga sekitar mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan terkesan dilakukan seadanya tanpa memperhatikan standar kualitas dan keselamatan. Padahal, jalan tersebut sebelumnya telah diperbaiki oleh pemerintah dan menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
“Kami minta pihak terkait turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat pekerjaan yang tidak maksimal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat pun meminta kepada dinas terkait serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan, warga berharap ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran negara seharusnya dikerjakan dengan profesional dan sesuai standar teknis, agar tidak merugikan masyarakat maupun negara. Warga berharap pihak PDAM segera melakukan perbaikan menyeluruh dan bertanggung jawab atas kondisi jalan yang saat ini dinilai membahayakan keselamatan publik.
(Andi)


































