Kutacane, agaranews.com//
Sebuah video sederhana dari pelosok Aceh Tenggara berujung pada respons cepat dari orang nomor satu di Aceh. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menunjukkan kepeduliannya setelah menyaksikan langsung kondisi seorang anak penyandang disabilitas, Muhammad Alparo.
Video tersebut diunggah oleh anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan, usai kunjungan kerjanya ke Desa Kuta Lingga, Kecamatan Bukit Tusam. Dalam rekaman yang dipublikasikan pada 16 Maret 2026 itu, Yahdi terlihat menyapa dan menyerahkan bantuan kepada Alparo, seorang anak yang hidup dengan keterbatasan fisik namun tetap menunjukkan semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak butuh waktu lama, video itu sampai ke perhatian Gubernur. Pada malam harinya, sekitar pukul 22.10 WIB, Muzakir Manaf langsung melakukan panggilan video kepada Yahdi Hasan. Percakapan berlangsung hangat, namun penuh keprihatinan.
Dalam komunikasi tersebut, Muzakir Manaf menyampaikan tekadnya untuk membantu. Ia berjanji akan memfasilitasi pembuatan tangan dan kaki palsu bagi Muhammad Alparo—sebuah langkah nyata yang diharapkan dapat mengubah kehidupan sang anak.
“Ini harus kita bantu. Kita upayakan secepatnya,” demikian komitmen yang disampaikan Gubernur dalam percakapan tersebut.
Menindaklanjuti arahan itu, Yahdi Hasan mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Aafrizal. Proses pembuatan alat bantu tersebut ditargetkan dapat direalisasikan dalam tahun 2026.
Menurut Yahdi, perhatian cepat dari Gubernur menjadi harapan besar, tidak hanya bagi Alparo, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan sentuhan kebijakan yang responsif.
Di sisi lain, keluarga Muhammad Alparo tak mampu menyembunyikan rasa haru. Bantuan yang dijanjikan dinilai sebagai secercah harapan agar anak mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga ini bisa membantu anak kami beraktivitas seperti anak lainnya,” ungkap pihak keluarga.
Kisah ini menjadi potret bagaimana sebuah informasi dari lapangan, yang disampaikan melalui media sosial, mampu menjembatani kepedulian pemimpin dengan kebutuhan masyarakat. Kini, harapan itu menggantung pada realisasi—agar janji segera menjadi nyata bagi Muhammad Alparo. Ady


































