Kutacane – agaranews.com//
Suasana pasca Idulfitri di Aceh Tenggara dipastikan akan semakin semarak. Pendopo Bupati akan menjadi titik temu ratusan relawan dalam kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal (Open House) yang diinisiasi oleh Bupati H. M. Salim Fakhry bersama Wakil Bupati Heri Al-Hilal.
Kepastian pelaksanaan kegiatan ini diperkuat dengan terbitnya undangan resmi bernomor 004/Und.KAB/SAH/III/2026 tertanggal 24 Maret 2026. Surat tersebut kini telah beredar luas di kalangan relawan, khususnya kepada Tim Simpul Relawan SAH yang terdiri dari Tim Safihi, Tim Keamanan SAH, dan Tim SMS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam undangan tersebut, para relawan diminta hadir pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 25 Maret 2026
Pukul: 08.30 WIB hingga selesai
Tempat: Pendopo Bupati Aceh Tenggara
Sejak informasi ini mencuat, antusiasme relawan mulai terasa. Sejumlah simpul tim di tingkat kecamatan hingga desa dikabarkan telah melakukan koordinasi internal untuk memastikan kehadiran mereka dalam agenda yang dinilai sarat makna tersebut.
Koordinator Tim SAH Kabupaten, SAMTA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan emosional antarrelawan dengan pimpinan daerah.
“Ini bukan hanya soal berkumpul, tapi bagaimana kita memperkuat rasa kebersamaan, menjaga kekompakan, dan menyatukan langkah ke depan,” ujarnya.
Pendopo Bupati Aceh Tenggara sendiri diprediksi akan dipadati relawan sejak pagi hari. Selain menjadi ajang saling bermaafan dalam suasana Idulfitri, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi langsung antara relawan dengan Bupati H. M. Salim Fakhry dan Wakil Bupati Heri Al-Hilal.
Tak hanya itu, momen ini juga kerap dimanfaatkan sebagai ruang berbagi aspirasi, memperkuat komunikasi, serta menyegarkan kembali semangat perjuangan yang selama ini terbangun di tubuh Tim SAH.
Dengan mengusung semangat “Solid, Tangguh, Kompak untuk Aceh Tenggara,” kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh relawan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sinergi antara pemimpin dan masyarakat, khususnya relawan, dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh Tenggara yang lebih maju dan sejahtera.
Jika tak ada perubahan, kegiatan ini akan berlangsung dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, diwarnai senyum, jabat tangan, dan semangat baru yang lahir dari kebersamaan.
(Ady gegoyong)


































