Kutacane – agaranews.com// Suasana Desa Kute Kumbang Indah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, kini tidak lagi setenang biasanya. Dalam beberapa pekan terakhir, warga dihantui rasa takut menyusul maraknya aksi pencurian yang terjadi di lingkungan mereka.
Keresahan itu semakin terasa saat malam hari. Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kewaspadaan, bahkan ada yang memilih berjaga hingga larut demi memastikan keamanan rumah masing-masing.
Melihat kondisi tersebut, tokoh pemuda Kute Kumbang Indah, Deni Aulia Pinim, S.Pd, angkat bicara. Ia mendesak pengulu desa agar segera mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang dinilai sudah tidak berjalan optimal.
Deni juga mengajak para pemuda untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan kampung, terlebih di tengah meningkatnya tindak kriminal.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tapi tanggung jawab kita bersama. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. Kita tidak bisa terus hidup dalam rasa takut,” tegas Deni saat ditemui di Kutacane.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, siskamling bukan sekadar kegiatan ronda malam, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga. Jika diaktifkan kembali secara konsisten, ia yakin potensi tindak kejahatan dapat ditekan.
Aksi pencurian yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti nyata bahwa desa tersebut tengah berada dalam kondisi rawan. Salah satu warga dilaporkan menjadi korban setelah rumahnya dibobol maling saat ditinggal dalam keadaan sepi.
Pelaku berhasil masuk dan membawa kabur sejumlah barang berharga, di antaranya kulkas dan mesin air (sanyo). Peristiwa ini pun sontak menggemparkan warga dan memicu kekhawatiran yang meluas.
“Kalau sudah seperti ini, masyarakat jelas resah. Tidak ada lagi rasa aman, bahkan di rumah sendiri. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Deni menegaskan, dirinya hadir sebagai penyambung lidah masyarakat yang menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar imbauan. Ia berharap pengulu desa dapat segera merespons dengan langkah konkret, termasuk menyusun jadwal ronda, melibatkan pemuda, serta menghidupkan kembali poskamling yang selama ini terbengkalai.
Ia juga menilai, keterlibatan semua pihak—mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda—menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kalau kita kompak, tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan. Desa ini harus kita jaga bersama. Kita ingin Kute Kumbang Indah kembali aman, tenteram, dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa takut,” tambahnya.
Seruan tersebut pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga berharap agar upaya mengaktifkan kembali siskamling dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Dengan meningkatnya kesadaran kolektif serta dukungan dari pemerintah desa, warga optimistis keamanan di Kute Kumbang Indah dapat kembali pulih, sehingga kehidupan sosial masyarakat bisa berjalan normal tanpa dibayangi ancaman pencurian.
(Ady)


































