Jember,AgaraNews.com//Aparat kepolisian mulai mendalami kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa SMA berinisial F (15) di Kabupaten Jember. Insiden kekerasan yang melibatkan sekelompok remaja ini diketahui terjadi di luar area sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi perundungan tersebut berlangsung pada Sabtu malam (28/3/2026) di Dusun Krajan III, Desa Keting, Kecamatan Jombang. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Mapolsek Jombang. Meski korban dilaporkan hanya mengalami luka lebam ringan, namun dampak psikologis yang dialami F kini menjadi perhatian serius.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan penjelasan bahwa peristiwa ini terjadi di luar pengawasan sekolah. Hal ini dikarenakan insiden berlangsung di luar jam kegiatan belajar mengajar dan melibatkan pelaku dari berbagai institusi pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadian ini melibatkan pelaku lintas sekolah dan terjadi di luar jam belajar. Penting dipahami bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab kolektif antara sekolah, orang tua, hingga lingkungan masyarakat,” ungkap Aries, Senin (6/4/2026).
Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa para terduga pelaku merupakan siswa dari sekolah yang berbeda-beda, bahkan beberapa di antaranya masih duduk di bangku SMP. Diketahui, antara korban dan para pelaku memang sudah menjalin pertemanan sejak lama.
Aries menambahkan, pihak Dinas Pendidikan telah memfasilitasi pertemuan dengan memanggil para orang tua siswa yang terlibat. Langkah mediasi kini tengah didorong sebagai upaya penyelesaian, sembari tetap menghormati proses hukum yang sedang bergulir di kepolisian.(SPK/Lia Hambali)


































