125 Organ Relawan FKN-08 Sepakat: Birokrasi yang Menghambat Program Presiden Harus Dibongkar

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 05:11 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews . Com // Forum Komunikasi Nasional 08 (FKN-08) menyatakan dukungan terhadap pernyataan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, yang mendorong Presiden Republik Indonesia melakukan radical break terhadap praktik birokrasi yang menghambat pelaksanaan program strategis pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FKN-08 menilai pembenahan birokrasi perlu dilakukan secara serius apabila terdapat aparatur atau struktur yang memperlambat pelayanan, tidak menjalankan kebijakan pemerintah, atau membuka ruang bagi praktik rente yang merugikan rakyat.

“Dari komunikasi kami dengan 125 organ relawan yang tergabung dalam FKN-08, hampir seluruhnya sepakat bahwa penyakit birokrasi harus dibenahi. Birokrasi yang lambat menjadi beban, sementara birokrasi yang tidak menjalankan kebijakan negara lebih berbahaya karena dapat menghambat program untuk rakyat,” ujar Indria Febriansyah, salah satu konseptor dan inisiator FKN-08 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Indria, radical break bukan berarti tindakan sewenang-wenang atau sekadar mengganti pejabat. Langkah tersebut harus dilakukan melalui evaluasi berbasis kinerja, integritas, profesionalisme, kepatuhan terhadap kebijakan, serta sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan.

“Yang harus diputus bukan hanya orangnya, tetapi juga pola kerja dan jejaring kepentingan lama yang membuat kebijakan negara berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

FKN-08 menilai program strategis pemerintah, seperti ketahanan pangan, stabilisasi harga, subsidi, pupuk, distribusi beras, MinyaKita, penguatan BUMN, dan pemberdayaan ekonomi rakyat, tidak boleh terhambat oleh konflik kewenangan, kepentingan sektoral, lemahnya koordinasi, maupun praktik rente.

Jangan Semua Masalah Berujung ke Presiden

FKN-08 juga mendorong lembaga pengawasan dan koordinasi menjalankan fungsinya secara optimal. Presiden tidak mungkin mengawasi seluruh mata rantai birokrasi secara langsung.

“Jangan setiap persoalan birokrasi berujung ke meja Presiden. Lembaga yang memiliki kewenangan harus mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan informasi objektif serta rekomendasi yang jelas kepada Presiden,” kata Indria.

FKN-08 menegaskan dukungan terhadap Presiden Prabowo bukanlah dukungan tanpa kritik. Loyalitas, menurut mereka, harus diwujudkan dengan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau sistemnya bermasalah, perbaiki. Kalau pejabatnya tidak mampu, evaluasi. Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai hukum. Semuanya harus dilakukan secara objektif, terukur dan konstitusional,” pungkas Indria.            (Lia Hambali)

Berita Terkait

Kejari Karo Ikuti FGD Virtual Perkuat Pengawasan Penuntut Umum Terhadap Proses Penyidikan dan Penuntutan 
Kejari Karo Gelar Program Jaksa Sahabat Pendidik di SDN 040448 Kabanjahe, Kajari Edmond : Jaksa Hadir Sebagai Sahabat Bukan Untuk Menakuti 
Kawal Pembangunan Pendidikan, Kajari Karo Edmond Purba Monitoring RKB SDN 040448 Kabanjahe
Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara
Sosok AKBP Ade Gita Rachmadi Lulusan Akpol 2008 Yang Kini Pimpin Polres Abdya
KPK Layangkan Panggilan Ulang Kedua untuk Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB
Wabup Bone Hadiri Pelantikan PWI Sulsel, Terima Penghargaan untuk Bupati Bone 
Hadir di Tengah Kesulitan Warga, Kodim Boyolali Salurkan Bantuan Air Bersih di Kemusu

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kejari Karo Ikuti FGD Virtual Perkuat Pengawasan Penuntut Umum Terhadap Proses Penyidikan dan Penuntutan 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Kejari Karo Gelar Program Jaksa Sahabat Pendidik di SDN 040448 Kabanjahe, Kajari Edmond : Jaksa Hadir Sebagai Sahabat Bukan Untuk Menakuti 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kawal Pembangunan Pendidikan, Kajari Karo Edmond Purba Monitoring RKB SDN 040448 Kabanjahe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Sosok AKBP Ade Gita Rachmadi Lulusan Akpol 2008 Yang Kini Pimpin Polres Abdya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Wabup Bone Hadiri Pelantikan PWI Sulsel, Terima Penghargaan untuk Bupati Bone 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Hadir di Tengah Kesulitan Warga, Kodim Boyolali Salurkan Bantuan Air Bersih di Kemusu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Kabar Duka : Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun 

Berita Terbaru