Satma AMPI Madina Sorot Kinerja Satgas PETI : Jangan Biarkan Masyarakat Bertindak Sendiri,..!!!

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:46 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Madina, AgaraNews. Com – Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA AMPI) Kabupaten Mandailing Natal menyoroti dugaan aksi masyarakat terhadap sarana atau peralatan yang disebut berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Sekretaris SATMA AMPI Madina, Mulya Harisandi, menilai beredarnya video yang memperlihatkan dugaan aksi pembakaran tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, apabila video tersebut benar menunjukkan adanya aksi masyarakat terhadap fasilitas yang diduga digunakan dalam aktivitas PETI, kondisi itu merupakan alarm keras atas potensi munculnya tindakan di luar mekanisme hukum.

“Kalau benar masyarakat sampai mengambil tindakan sendiri, ini alarm serius. Jangan sampai karena persoalan PETI tidak ditangani secara tegas dan konsisten, masyarakat akhirnya merasa harus turun tangan sendiri,” tegas Mulya Harisandi.

Ia mempertanyakan sejauh mana efektivitas Satuan Tugas (Satgas) Penertiban PETI Madina yang dibentuk untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

Mulya mengingatkan, keberadaan Satgas PETI jangan sampai hanya berhenti pada pembentukan struktur, rapat koordinasi, sosialisasi, atau pernyataan penertiban tanpa diikuti tindakan yang terukur di lapangan.

“Jangan sampai keberadaan Satgas PETI hanya terkesan sebagai formalitas belaka. Ketika masyarakat melihat aktivitas PETI masih terjadi, sementara penanganannya dianggap tidak maksimal, maka kepercayaan publik bisa semakin menurun,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan PETI tidak semata-mata menyangkut aktivitas pertambangan tanpa izin. Dampaknya dapat berkaitan dengan kerusakan lingkungan, keselamatan masyarakat, potensi konflik, serta persoalan hukum yang harus ditangani melalui mekanisme negara.

Karena itu, SATMA AMPI Madina mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama aparat penegak hukum dan seluruh unsur terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satgas PETI.

Evaluasi tersebut, kata Mulya, penting untuk mengetahui apakah Satgas benar-benar bekerja efektif, bagaimana pola pengawasan di lapangan, serta sejauh mana tindak lanjut terhadap laporan masyarakat mengenai aktivitas PETI.

Di sisi lain, aparat penegak hukum juga diminta segera menyelidiki kebenaran dan konteks video dugaan pembakaran yang beredar di masyarakat.

“Harus dipastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang ada pembakaran, siapa yang melakukan, apa pemicunya, dan apa objek yang dibakar. Semua harus diungkap secara terang agar tidak berkembang menjadi konflik baru,” katanya.

Ia menegaskan, SATMA AMPI tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri. Penanganan PETI, menurutnya, harus tetap dilakukan berdasarkan hukum dan kewenangan masing-masing institusi.

“Jangan menunggu masyarakat semakin kehilangan kepercayaan kepada pemerintah dan aparat. Penertiban PETI harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pembentukan tim dan pernyataan di ruang publik,” pungkas Mulya Harisandi.(Magrifatulloh/Lia Hambali)

Berita Terkait

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t
Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Aeramo Nagekeo, Warga Desak Aparat Turun Sidak
Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
U-Ditch Proyek Drainase Dinas Perkim Banten di Cibareno Pecah, Warga Desak Pengawasan dan Pemeriksaan Spesifikasi
PD.PPM Sumatera Utara Dukung Statemen Ketua PC.PPM Kota Tanjungbalai Tentang Pelecehan Bendera Merah Putih
Polres Gresik Amankan Perempuan dalam Dugaan Pembunuhan di Toko Bangunan Menganti Gresik
Tunjukkan Generasi Tangguh dan Berintegritas Pesilat Muda ASAD Rungkut Kidul Gelar Latihan Rutin 

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:35 WIB

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Aeramo Nagekeo, Warga Desak Aparat Turun Sidak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:20 WIB

U-Ditch Proyek Drainase Dinas Perkim Banten di Cibareno Pecah, Warga Desak Pengawasan dan Pemeriksaan Spesifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Polres Gresik Amankan Perempuan dalam Dugaan Pembunuhan di Toko Bangunan Menganti Gresik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tunjukkan Generasi Tangguh dan Berintegritas Pesilat Muda ASAD Rungkut Kidul Gelar Latihan Rutin 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Dr Didi Sungkono.S.H.,M.H., Tidak Boleh Oknum Polisi Menjadi Makelar Kasus ,Intervensi Penyidikan dan Keluarkan Tahanan Tanpa Seijin Penyidikan 

Berita Terbaru