Tanjungbalai, AgaraNews.com //Suhu pemberitaan di Kota Tanjungbalai memanas. Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWOI) Kota Tanjungbalai menggelar rapat harian darurat membahas 3 (tiga) agenda krusial yang meresahkan masyarakat.
Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD IWOI Kota Tanjungbalai, Haposan Manurung, S.H., S.Th., di Kantor DPD IWOI, Jalan Jenderal Sudirman No. 9, Tanjungbalai, Senin (05/10/2026) pukul 11.00 WIB.
Kepada AgaraNews.com, Haposan menegaskan bahwa ketiga isu yang dibahas bukan isu kaleng-kaleng, melainkan persoalan serius yang menyangkut kepentingan publik, hukum, dan harga diri bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak bisa diam. Sebagai organisasi pers, IWOI harus berada di garda terdepan mengawal isu-isu yang tidak kondusif di Tanjungbalai,” tegas Haposan.
Berikut 3 Agenda Panas yang Dibahas :
1. Peredaran Ballpress yang Tidak Kondusif
Isu pertama yang menjadi sorotan adalah maraknya peredaran ballpress (pakaian bekas impor) yang dinilai sudah tidak kondusif. Peredaran yang tidak terkontrol ini diduga merugikan pedagang lokal, melanggar aturan perdagangan, dan berpotensi menjadi sarang penyakit. IWOI Tanjungbalai mencium adanya permainan di balik bisnis ini.
2. Bantahan Sohuan Terkait Masalah SHM 74
Agenda kedua adalah polemik Sertifikat Hak Milik (SHM) 74. Pihak Sohuan dikabarkan telah melontarkan bantahan terkait kepemilikan lahan tersebut. IWOI menilai perlu ada kejelasan hukum agar tidak terjadi konflik agraria berkepanjangan yang merugikan masyarakat kecil. IWOI akan menelusuri kebenaran dokumen tersebut.
3. Dugaan Pelecehan Bendera Merah Putih oleh WNI Etnis Tionghoa
Ini adalah isu paling sensitif dan memicu kemarahan. IWOI Tanjungbalai menerima laporan terkait dugaan pelecehan terhadap simbol negara, Bendera Merah Putih, yang diduga dilakukan oleh oknum WNI etnis Tionghoa. Jika terbukti, ini adalah penghinaan terhadap harga diri bangsa dan tidak bisa ditolerir. IWOI mengecam keras tindakan tersebut.
Haposan Manurung menegaskan, hasil rapat harian ini tidak akan berhenti di meja diskusi.
Apa yang kami rapatkan hari ini akan segera kami koordinasikan secara resmi dengan APH (Aparat Penegak Hukum), baik Polres Tanjungbalai maupun Kejaksaan. Kami minta agar ketiga masalah ini dapat dituntaskan secara transparan dan berkeadilan. IWOI akan kawal sampai tuntas,” tutupnya dengan nada tegas.
Langkah cepat IWOI Tanjungbalai ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan sebagai bentuk kontrol sosial yang nyata dari insan pers.(Lia Hambali)
Laporan : Sofyan Parinduri, B.A.






















