Proyek Pemindahan Sampah di TPA Burangkeng Disorot, Prabu Peduli Lingkungan Minta Dihentikan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:57 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, AgaraNews. Com – Proyek pemindahan sampah dari lahan tol ke TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diminta dihentikan. Permintaan tersebut disampaikan Prabu Peduli Lingkungan bersama warga setempat.

Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, mengatakan proyek yang dianggarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sempat disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di media sosial itu dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kami meminta proyek ini dihentikan demi menyelamatkan uang rakyat,” tegas Carsa, Senin (5/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Carsa menjelaskan, sampah di lahan tol tersebut hanya dipindahkan sejauh sekitar 100-200 meter karena lokasinya berdampingan langsung dengan area TPA Burangkeng.Ia menyebut ada tiga alasan utama. Pertama, proyek dinilai tidak transparan karena tidak dilengkapi papan proyek sehingga dianggap proyek siluman.

“Kami meminta keterbukaan informasi terkait pelaksanaan proyek ini. Kami minta rincian biaya dan teknis pekerjaannya,” kata Carsa.

Berdasarkan data yang dimiliki Prabu Peduli Lingkungan, nilai proyek di atas Rp5 miliar, namun informasi yang beredar di media sosial menyebut sekitar Rp7 miliar. Anggaran itu dipakai untuk sewa alat berat seperti dump truck, excavator, bulldozer, hingga wheel loader.

“Jadi tidak jelas nilai anggarannya, simpang siur,” ujarnya.

Kedua, terkait status lahan. Menurut Carsa, lahan yang dibebaskan pihak tol itu sudah menjadi gunung sampah dan sebelumnya merupakan bagian dari area TPA Burangkeng. Namun saat pembebasan, uang ganti rugi justru tidak diterima Pemerintah Kabupaten Bekasi, melainkan oleh perorangan.

Padahal lahan itu milik TPA Burangkeng, tetapi uang pembebasannya diterima perorangan,” kata Carsa.

Ketiga, proyek-proyek sebelumnya di TPA Burangkeng kerap bermasalah. Ia mencontohkan proyek sewa alat berat yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp24,56 miliar karena Pemkab Bekasi tercatat memiliki 12 unit alat berat yang tidak terpakai.

“Anehnya, perusahaan penyewa alat berat yang menjadi temuan BPK itu kini dipakai kembali di proyek pemindahan sampah ini,” ujarnya.

Carsa juga menyinggung proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau pengolahan air lindi di TPA Burangkeng senilai Rp10 miliar yang saat ini tidak dapat dioperasikan. Berdasarkan temuan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, IPAL tersebut menyerupai IPAL industri, bukan untuk TPA.

“Jangan sampai proyek di TPA Burangkeng terus bermasalah. Kami tidak ingin hal itu terulang,” kata Carsa.

Ia berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung memantau pelaksanaan proyek tersebut.(Lia Hambali/Sky)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Tugaskan Panglima TNI Kapolri Perangi Penjahat dan Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan
Ini Klarifikasi Polsek Pamatang Silimahuta : Cek Lokasi Kedai Tuak di Saribudolok, Tidak Ditemukan Praktik Judi Togel
Lapor Ke Prabowo di Sidang Kabinet, Bahlil : Stok Pertalite Aman 16-18 Hari, PNBP Minerba Dibidik Tembus Rp 165 Triliun 
Apresiasi Untuk Bahlil : Stop Ekspor Gas Demi Industri Dalam Negeri, Survei IPO Catat Sebagai Menteri Paling Diingat Publik 
Deklarasi Menuju 2029, Partai PERNASI Usung Semangat Indonesia Bangkit : Fokus Pada Rakyat Kecil, Petani, Nelayan Hingga Pelosok Negeri 
Cegah Penyebaran Hoaks, Kapolres Simalungun Serap Aspirasi Warga Nagori Bangun Lewat Program Rembuk Masalah
Bupati & Wakil Bupati Karo Turun ke Desa Rayakan Kerja Tahun Bersama Rakyat, Tradisi Leluhur Karo Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
Bupati Monas Hadiri Forum KKA se-Aceh di Banda Aceh, Perjuangkan Keberlanjutan Dana Otsus

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Tugaskan Panglima TNI Kapolri Perangi Penjahat dan Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Lapor Ke Prabowo di Sidang Kabinet, Bahlil : Stok Pertalite Aman 16-18 Hari, PNBP Minerba Dibidik Tembus Rp 165 Triliun 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Apresiasi Untuk Bahlil : Stop Ekspor Gas Demi Industri Dalam Negeri, Survei IPO Catat Sebagai Menteri Paling Diingat Publik 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Deklarasi Menuju 2029, Partai PERNASI Usung Semangat Indonesia Bangkit : Fokus Pada Rakyat Kecil, Petani, Nelayan Hingga Pelosok Negeri 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Cegah Penyebaran Hoaks, Kapolres Simalungun Serap Aspirasi Warga Nagori Bangun Lewat Program Rembuk Masalah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Bupati & Wakil Bupati Karo Turun ke Desa Rayakan Kerja Tahun Bersama Rakyat, Tradisi Leluhur Karo Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Bupati Monas Hadiri Forum KKA se-Aceh di Banda Aceh, Perjuangkan Keberlanjutan Dana Otsus

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Prabowo Belum Membuktikan Keberhasilan Program Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru