Padangsidimpuan, AgaraNews. Com – Pembangunan jembatan beton di Link I Aek Gareder, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, terus dikebut. Hingga Selasa (6/10/2026), progres pembangunan jembatan yang dikerjakan di wilayah Kodim 0212/TS tersebut telah mencapai 32 persen.
Sejumlah pekerjaan terus dilakukan di lokasi, mulai dari pembersihan area pembangunan, pematangan lahan, hingga penggalian pondasi dan abutment. Proses pembersihan dan penyiapan lahan juga didukung alat berat CAT PC 50, sementara material awal secara bertahap mulai didatangkan ke lokasi untuk mempercepat tahapan pembangunan.
Selain itu, personel di lapangan melakukan pengukuran dan penentuan as jembatan, menentukan posisi abutment pangkal, menyiapkan akses area kerja, serta memindahkan material batu ke lokasi abutment. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan perakitan papan sloof abutment, pemasangan bekisting, perakitan bak penampungan air dan bak penampungan cor, hingga pengecoran tapak pondasi abutment.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., M.Han., mengatakan, pembangunan jembatan beton tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Keberadaan jembatan ini akan memudahkan anak-anak pergi ke sekolah dengan lebih aman dan cepat, tanpa harus memutar jauh atau mengambil risiko menyeberangi sungai. Begitu juga bagi para petani dan pedagang, akses yang lebih baik akan membuat pengangkutan hasil bumi dan panen menjadi lebih cepat, efisien dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses pembangunan yang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Kodim 0212/TS, Denzibang, YonTP 901, Tim VRI serta masyarakat setempat menjadi bukti kuatnya sinergi TNI AD bersama rakyat. Sehingga kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat kekompakan dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.
Jembatan beton ini diharapkan menjadi akses yang lebih kokoh, aman dan tahan lama dibandingkan jembatan kayu maupun jembatan darurat. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat dapat beraktivitas dan mengangkut hasil pertanian dengan lebih nyaman, sehingga manfaat pembangunan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Lia Hambali)
Sumber : Pendam I/BB




















