Jakarta, AgaraNews.com // Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar perombakan struktur organisasi melalui kebijakan mutasi perwira tinggi terbaru. Salah satu posisi strategis yang mengalami perubahan adalah jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), yang kini resmi dipercayakan kepada Letnan Jenderal Iwan Setiawan.
Kepastian itu dibenarkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
“Benar (Iwan jadi Pangkostrad),” ujarnya singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Surat mutasi jabatan tersebut diketahui diterbitkan belum lama ini. Dengan penugasan baru itu, Iwan Setiawan meninggalkan posisi lamanya sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).
Tongkat kepemimpinan di Danpussenif selanjutnya diestafetkan kepada Mayjen Susilo, yang sekaligus menandai kenaikan pangkatnya menjadi jenderal bintang tiga.
Susilo bukan nama baru dalam struktur militer darat. Perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu sebelumnya menduduki kursi Perwira Tinggi Staf Ahli (Pati Sahli) Tingkat III KSAD Bidang Manajemen Sishanneg. Rekam jejaknya tergolong mumpuni, dengan sejumlah posisi penting yang pernah diemban, seperti Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad, Kepala Kordos Seskoad, Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman, hingga Kepala Staf Divisi (Kasdivif) 3/Kostrad.
Gelombang mutasi kali ini tidak hanya menyentuh posisi pimpinan Kostrad dan Pussenif. Sejumlah komando kewilayahan dan penugasan khusus turut mengalami perubahan.
Mayjen Joko Hadi, yang semula menjabat sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), ditarik ke markas besar sebagai Pati Sahli Tingkat III Bidang Manajemen Sishanneg KSAD. Posisi Pangdam IM kemudian diserahkan kepada Brigjen Mahesa Fitriadi, yang sebelumnya bertugas sebagai Kapoksahli Pangdam IM.
Perubahan struktur juga melibatkan unsur staf teritorial. Mayjen Suhardi digeser dari posisi Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI untuk mengemban penugasan khusus ke PT Agrinas.
Di balik karier militernya, Letjen Iwan Setiawan memiliki catatan sejarah luar biasa. Ia merupakan bagian dari tim ekspedisi yang sukses menaklukkan puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, pada tahun 1997 silam. Saat itu, tim tersebut berada di bawah komando Danjen Kopassus yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. (Ipul / Lia Hambali)




















