Niat Dukung Program MBG, Warga Toraja Gadaikan Harta Hingga Terlilit Utang

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Toraja, AgaraNews.com // Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah dinilai sebagai program mulia untuk masyarakat. Namun, bagi Leni, warga asal Toraja, Tana Toraja, program tersebut justru membawa persoalan berat setelah modal yang digunakan untuk membangun dapur MBG berasal dari pinjaman dan barang berharga milik keluarga maupun teman.

Leni mengaku telah menggadaikan berbagai aset untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dapur MBG. Mulai dari pinjaman bank, Pegadaian, kendaraan milik keluarga dan teman, hingga emas milik orang tua, saudara, serta teman.

“Semua saya gadaikan untuk membangun dapur ini. Mobil keluarga, emas orang tua, saudara dan teman saya gadaikan. Satu per satu sudah ditarik dan ada yang sudah dilelang,” ungkap Leni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Leni, kondisi tersebut semakin berat karena dapur yang dibangun belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sementara itu, sejumlah kewajiban kepada toko bangunan dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan belum seluruhnya dapat dibayarkan.

Ia juga menyebut kondisi kesehatan suaminya ikut terdampak. Suaminya disebut mengalami komplikasi penyakit dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Beban pikiran akibat tagihan utang, menurut Leni, turut memperburuk kondisi tersebut.

“Suami saya sakit komplikasi. Setiap ditagih dan memikirkan utang, dia pusing. Kami sudah tidak mampu lagi bergerak karena modal sudah habis,” katanya.

Leni mengatakan, sejak sekitar lima bulan terakhir dirinya terus menghadapi penagihan. Ia bahkan memilih berada di Jakarta karena tidak sanggup menghadapi tekanan dari para pihak yang menagih pembayaran.

Menurutnya, ketika pembangunan dapur dilakukan, terdapat pemahaman berdasarkan petunjuk teknis awal bahwa pengelola akan memperoleh keuntungan dan insentif. Hal tersebut membuatnya berani melakukan percepatan pembangunan.

“Waktu itu kami berpikir akan mendapatkan keuntungan dan insentif seperti yang dijanjikan dalam juknis awal. Karena itu kami berani membangun dengan cepat, sekitar 35 hari,” ujarnya.

Namun, kondisi yang terjadi kemudian membuat Leni tidak lagi mempersoalkan keuntungan. Ia hanya berharap modal yang telah dikeluarkan dapat dikembalikan sehingga utang kepada bank, Pegadaian, toko bangunan, pekerja, keluarga dan teman dapat diselesaikan.

“Saya tidak mau untung lagi. Saya hanya minta modal saya dikembalikan supaya saya bisa membayar semua utang. Saya ingin suami saya sehat kembali dan tidak dikejar-kejar utang,” kata Leni.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya. Sejumlah pekerja dan toko bangunan yang belum menerima pembayaran juga disebut ikut menjadi korban karena pembangunan dapur tersebut.

Leni berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan memastikan pihak yang telah mengeluarkan modal untuk mendukung pelaksanaan program MBG tidak dibiarkan menanggung beban sendiri.

“Ini program pemerintah, program yang mulia. Tetapi jangan sampai rakyat kecil yang ikut mendukung justru menjadi korban,” pungkasnya.(Lia Hambali)

Reporter : Supriyadi

Berita Terkait

Dialogue Copyright Royalti In The Digital Era, Viva Yoga : Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif
Meriahkan HUT RI ke-81, Lapas Perempuan Tangerang Gelar PORSENI
Butuh 6 Tahun Riset, Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Luncurkan Puff Tape Lamoria
Kalapas Perempuan Bandung Jelaskan Isu Bilik Asmara, Komisi XIII Soroti Over Kapasitas 
Copot Foto Wapres Gibran, PDIP Jabar Tegaskan Itu Sikap Pribadi Rojab Asy’ari
Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria
Diduga Hina dan Usir Wartawan, Kadis LH Kabupaten Bekasi Resmi Dilaporkan ke Polisi
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Dialogue Copyright Royalti In The Digital Era, Viva Yoga : Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Lapas Perempuan Tangerang Gelar PORSENI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Butuh 6 Tahun Riset, Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Luncurkan Puff Tape Lamoria

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kalapas Perempuan Bandung Jelaskan Isu Bilik Asmara, Komisi XIII Soroti Over Kapasitas 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Copot Foto Wapres Gibran, PDIP Jabar Tegaskan Itu Sikap Pribadi Rojab Asy’ari

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Diduga Hina dan Usir Wartawan, Kadis LH Kabupaten Bekasi Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Komandan Brigif TP 37/Hujur Siringgis Tutup Lomba Menembak, Yonif TP 904/Gara Mata Raih Juara 1

Berita Terbaru