
Kutacane Agaranews.com – Babinsa Posramil Bukit Tusam kumpulkan jerami untuk Pengolahan Pakan Unggas di Desa Empat Lima kecamatan. Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (25/09/2025.
Serda jupri Sembiring menyampaikan jerami sebagai bahan bakunya untuk pakan ternak, kita ketahui selama ini masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara setelah memanen padi jerami ini selalu dibakar sehingga menimbulkan polusi dan kita punya satu ide Bagaimana jerami ini bermanfaat sehingga bisa menjadi bernilai ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses pembuatan pakan dari limbah jerami ini ada beberapa tahap yang pertama yaitu tahap pengumpulan setelah tahap pengumpulan kemudian pembusukan, waktu pembusukan ini lebih kurang 3 sampai 4 bulan setelah jerami yang dikumpulkan tadi membusuk atau atau sudah hampir seperti tanah dan Tahap selanjutnya adalah fermentasi
Fermentasi Ini dicampur dengan cairan VOC proses fermentasi Ini memakan waktu antara 8 sampai 10 hari setelah di fermentasi pakan ini bisa langsung kita gunakan untuk pakan ternak baik ayam petelur kemudian bebek petelur maupun bebek pedaging
Untu pencampurannya itu sendiri 30 sampai 40 persen bahannya dari jerami kemudian dicampur dengan dedak 20 persen jagung 30 persen sisanya itu dengan pakan pabrikan setelah di mixing baru kita berikan ke ayam petelur kemudian bebek petelur bebek pedaging ikan air tawar seperti ikan nila ikan mas lele, bisa juga dengan menggunakan campuran 80 persen jeraminya dan selebihnya 20 persen pakan pabrikan,pelet,dedak dan jagung.
Babinsa juga sudah mensosialisasikan kepada warga masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara bahwasanya jerami yang selama ini dibakar,tidak lagi di bakar namun supaya dikumpulkan untuk kita jadikan bahan baku makanan ternak.
(Pendim Agara).


































