Lokakarya Komisi Informasi Pusat, Sorotan Tajam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Indonesia

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 14:31 WIB

50130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​Jakarta, Agaranews.com  // Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Lokakarya Diskusi Ahli Tematik Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) 2025, sebuah forum krusial yang bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan nasional untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik. Acara ini menjadi panggung bagi para pakar dan perwakilan lembaga sipil untuk mengupas tuntas tantangan dan potensi yang ada.

​Lokakarya yang berlangsung di Wisma BSG ini terbagi menjadi dua sesi fokus yang menyoroti isu-isu strategis. Sesi pertama membahas Peran Keterbukaan Informasi Publik untuk Mendorong Implementasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasumber dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sepakat bahwa transparansi adalah kunci untuk mencegah pelanggaran HAM. Tanpa akses informasi yang jelas, masyarakat akan kesulitan untuk menuntut hak-haknya.

Sesi kedua tak kalah penting, mengangkat tema Keterbukaan Informasi Publik dalam Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Negara. Perwakilan dari Kementerian Keuangan menegaskan bahwa transparansi keuangan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik. Mereka menekankan pentingnya inovasi dalam membuka data agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan.
​Salah satu peserta yang menyoroti tantangan nyata di lapangan adalah Patar Sihotang, S.H., M.H., Ketua Umum Pemantau Keuangan Negara (PKN). Ia menyambut baik inisiatif KIP dan berharap acara serupa dapat diadakan secara rutin. Bagi Patar, lokakarya ini harus menjadi katalis agar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) benar-benar terimplementasi dan terealisasi.

​Patar secara terang-terangan mengungkapkan kendala yang sering dihadapi lembaganya. “Sebagai lembaga yang sering bersidang terkait informasi publik, kami sering merasa kesulitan untuk mengakses dokumen Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di birokrasi pemerintahan,” kata Patar.

​Ia menekankan bahwa LPJ adalah dokumen publik yang seharusnya mudah diakses. Sehingga tidak ada alasan untuk di persulit, apalagi sampai harus sampai bersengketa, karena dokumen tersebut bukanlah sifatnya rahasia atau pengecualian, melain kan bagian dari bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat.

“Seharusnya tidak ada lagi OPD atau birokrasi yang mempersulit akses terhadap LPJ, Tanpa LPJ yang transparan, bagaimana masyarakat bisa melakukan pengawasan? Padahal, LPJ berisi data krusial tentang penggunaan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat.”tegas Patar.

​Patar menambahkan Jika UU KIP tidak diimplementasikan secara maksimal, upaya-upaya pemberantasan korupsi dan peningkatan akuntabilitas akan berjalan lambat. Ini adalah masalah serius.

” Ia berharap rekomendasi dari lokakarya ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi diwujudkan dalam kebijakan konkret yang memaksa badan publik untuk lebih terbuka,” pungkas Patar.

​Ketua KIP mengungkapkan bahwa hasil lokakarya ini akan menjadi rekomendasi penting bagi pemerintah. Data sementara dari Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) 2025 yang dikumpulkan dari 34 provinsi akan dianalisis lebih dalam untuk mengidentifikasi isu strategis dan tantangan yang ada.

​Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini diakhiri dengan perumusan rekomendasi oleh tim penulis. Diharapkan, panduan strategis ini dapat meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik di Indonesia, memastikan setiap rupiah uang rakyat dapat diawasi dan dipertanggungjawabkan.(Arju Herman/Lia Hambali)

Berita Terkait

Ketua Garuda Merah Putih Desak Kapolda Sumut Copot Kapolres Batubara Terkait Dugaan Pemerasan Dokter Dan Pengusaha Mikro
TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen Bangun Sumur Bor, Wujud Nyata Kemanfaatan untuk Warga
Menanamkan Nilai-nilai Keagamaan,Satgas TMMD 128 Gebang Ajari Anak-anak Mengaji
Membentuk Akhlak Mulia,Prajurit YTP 907/DS Ajari Anak-anak Desa Mengaji
Tiap Malam Satgas TMMD 128 Gebang Mengajari Anak-anak Mengaji
Wujudkan Lingkungan Sehat dan Bersih,Satgas TMMD 128 Gotong Royong Bersama Warga Pasar Rawa
Gotong Royong di Lokasi TMMD 128 Gebang,Wujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat
Berkat Kesigapan Personel Satgas Kes TMMD 128 ,Dua Warga Sakit Kembali Bugar

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:34 WIB

Ketua Garuda Merah Putih Desak Kapolda Sumut Copot Kapolres Batubara Terkait Dugaan Pemerasan Dokter Dan Pengusaha Mikro

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:33 WIB

TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen Bangun Sumur Bor, Wujud Nyata Kemanfaatan untuk Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:28 WIB

Menanamkan Nilai-nilai Keagamaan,Satgas TMMD 128 Gebang Ajari Anak-anak Mengaji

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:25 WIB

Membentuk Akhlak Mulia,Prajurit YTP 907/DS Ajari Anak-anak Desa Mengaji

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:21 WIB

Tiap Malam Satgas TMMD 128 Gebang Mengajari Anak-anak Mengaji

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:14 WIB

Gotong Royong di Lokasi TMMD 128 Gebang,Wujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:10 WIB

Berkat Kesigapan Personel Satgas Kes TMMD 128 ,Dua Warga Sakit Kembali Bugar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:06 WIB

Mushola Tak Muat, Satgas Alihkan Kelas Ngaji ke Posko TMMD 128 Gebang

Berita Terbaru