Medan, AgaraNews .com // Dalam upaya memperkuat kapasitas kader perempuan NU di bidang ekonomi digital, Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (PW Fatayat NU) Sumatera Utara berkolaborasi dengan Komunitas Digital (KomDigi) Medan menyelenggarakan Pelatihan Pemasaran Digital Dasar dengan Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung pada hari [sebut tanggal kegiatan], di [sebut lokasi kegiatan].
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Fatayat NU Sumut dalam menjawab tantangan era digital dengan memberikan bekal keterampilan praktis kepada para kader, khususnya dalam mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PW Fatayat NU Sumatera Utara, Nurhaida O. Siregar, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan NU harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menguasai keterampilan digital yang kini menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor kehidupan.
“Fatayat NU Sumut terus mendorong kader-kader perempuan agar tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan wirausaha dan literasi digital. Pemanfaatan AI dalam pemasaran adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing usaha kader di tengah kemajuan teknologi,” ujar Nurhaida.
Beliau menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Fatayat NU dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas komunitas.
Perwakilan dari Komunitas Digital Medan (KomDigi), menyampaikan bahwa materi pelatihan difokuskan pada strategi pemasaran digital modern, seperti optimalisasi media sosial, analisis pasar online, serta penggunaan AI tools dalam pembuatan konten promosi, desain, dan perencanaan kampanye digital.
“Kader Fatayat kami ajarkan bagaimana memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung bisnis—mulai dari membuat desain promosi, menulis caption menarik, hingga membaca data audiens agar pemasaran lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain teori, para peserta juga diajak praktek langsung membuat kampanye digital sederhana menggunakan aplikasi berbasis AI yang mudah diakses. Peserta tampak antusias mencoba berbagai fitur dan membangun ide kreatif untuk produk dan kegiatan mereka masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen digital Fatayat NU yang mampu menularkan keterampilan dan pengetahuan digital kepada kader lain di daerahnya masing-masing.
Nurhaida menegaskan, pelatihan semacam ini akan menjadi program berkelanjutan dan dirancang untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru.
“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi seperti ini. Kader perempuan NU harus berada di garis depan dalam pemanfaatan teknologi, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator dan pelaku ekonomi digital,” tutupnya.(Rajab Tarigan)


































