Pakpak Bharat, AgaraNews .com // Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Pakpak Bharat dalam beberapa pekan terakhir memicu bencana tanah longsor dan banjir yang mengakibatkan akses jalan tertimbun di sejumlah titik. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, termasuk warga Dusun Trondi, Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak. Menyikapi situasi tersebut, Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi, Serda Julianto Manik, turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan informasi melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga di Warung milik Bapak Robin Boangmanalu pada Selasa (2/12/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka, warga menyampaikan beragam keluhan terkait dampak bencana alam yang terjadi sejak akhir November 2025. Selain korban jiwa yang muncul di beberapa desa, warga mengungkapkan bahwa terputusnya akses jalan membuat distribusi pangan dan kebutuhan harian menjadi terhambat. Aktivitas ekonomi juga ikut tersendat, di mana sebagian warga kesulitan menjalankan usaha kecil maupun memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Serda Julianto Manik menegaskan bahwa tugas Babinsa bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi pendengar pertama aspirasi masyarakat. Ia mencatat titik-titik rawan longsor, jalur penghubung yang terputus, serta kondisi pemukiman yang terdampak. “Kami menerima setiap informasi warga dengan serius. Semua akan menjadi bahan laporan berjenjang agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia turut mengimbau warga menjaga lingkungan, menghindari tebang pohon sembarangan, serta memperhatikan sanitasi demi mencegah penyakit pasca bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Babinsa memberikan edukasi mitigasi dini yang sederhana namun krusial. Warga didorong untuk segera melaporkan tanda-tanda retakan tanah, perubahan struktur lereng, atau aliran air yang tidak biasa, agar langkah antisipasi bisa dilakukan sebelum korban bertambah. Di tengah keterbatasan infrastruktur, pembukaan jalan alternatif darurat oleh pemerintah daerah dinilai tidak cukup untuk mengatasi kebutuhan mobilitas warga yang bergantung pada jalur utama.
Danramil 07/Salak, Kapten Inf AF Sagala, menyampaikan bahwa seluruh jajaran TNI akan terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi normal kembali. “Data lapangan yang dihimpun Babinsa menjadi dasar koordinasi kami dengan instansi terkait. Kami ingin memastikan bahwa setiap kendala — baik soal akses, logistik, maupun pelayanan masyarakat — bisa segera direspons,” tegasnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun ketahanan wilayah menghadapi musim penghujan yang masih berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.(Lia Hambali)
(Prajurit Pena)





























