Kutacane, Agranews.com //
Polres Aceh Tenggara mendirikan lima posko tanggap darurat di sepanjang jalan lintas Blangkejeren—Kutacane sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Posko-posko ini menjadi tempat singgah, pusat informasi, sekaligus titik perlindungan bagi warga yang masih kesulitan kembali ke rumah akibat kerusakan pascabencana.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, mengatakan pendirian posko tersebut merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat musibah melanda. Menurutnya, banyak warga terpaksa melintasi jalan tersebut dengan berjalan kaki karena akses yang belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak masyarakat yang memilih jalan kaki karena akses jalan belum bisa dilalui. Posko-posko inilah yang nantinya dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat, mencari informasi, ataupun berteduh. Warga setempat yang terdampak juga bisa memanfaatkan fasilitas di posko,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Lima posko tanggap darurat yang telah berdiri berada di Desa Lawe Mengkudu, Desa Lauser, Gunung Bahagia, SD Negeri Ketambe, dan Masjid Ketambe. Setiap posko dilengkapi layanan kemanusiaan mulai dari tempat istirahat, makanan siap saji, air minum, selimut, hingga pelayanan kesehatan dari personel Sidokkes Polres Aceh Tenggara.
Posko tersebut juga berfungsi menjaga keamanan dan kenyamanan warga yang hingga kini belum dapat kembali ke rumah akibat lumpur dan kerusakan pascabanjir. Personel Polres disiagakan selama 24 jam untuk membantu pendistribusian bantuan, pemeriksaan kesehatan, hingga mengantar warga yang membutuhkan pertolongan.
“Posko ini kami siapkan sebagai tempat istirahat yang layak dan aman bagi warga. Kami akan terus bersiaga hingga situasi benar-benar kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” tegas Yulhendri.
Selain itu, Polres Aceh Tenggara terus melakukan pembersihan, evakuasi, dan pendampingan pascabencana di sejumlah titik. Kehadiran posko tanggap darurat ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka mengaku sangat terbantu, terutama bagi keluarga yang rumahnya masih tertutup lumpur dan belum layak huni.
Kondisi posko yang tertata rapi, pelayanan cepat, serta keramahan anggota Polri membuat para pengungsi merasa aman, nyaman, dan diperhatikan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi. (Ady )
































